<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="8995">
<titleInfo>
<title><![CDATA[PEMANFAATAN AMPAS TEBU SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN DALAM CAMPURAN SPLIT MASTIC ASPHALT SMA)]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Herman Ir.,MT</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ridwan Setiawan/222000117</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penulis</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Teknik Sipil]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[FTSP]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2019]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[0]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[en]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[English]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Dengan kemanjuan teknologi dalam pembuatan perkerasan jalan raya terhadap lalu lintas berat, telah ditemukan salah satu alternatif campuran yang baik dengan gradasi terbuka dengan selimut aspal yang tebal atau disebut campuran Split Mastik Asphalt (SMA). Campuran Split Mastik Asphalt (SMA) mengunakan serat selulosa buatan dalam pembuatan campuran SMA. Oleh karena alasan tersebut dilakukan penelitian terhadap penggunaan ampas tebu sebagai alternatif pengganti serat selulosa buatan pada perkerasan SMA dengan kadar ampas tebu yang digunakan 3%, 4%, 5% dari berat aspal.
Dari penelitian yang dilakukan di laboratorium, ampas tebu harus dibakar menjadi abu terlebih dahulu dengan tujuan untuk mencegah pembusukan yang akan terjadi pada bahan tambah. Dari hasil penelitian lebih lanjut diketahui bahwa penambahan kadar abu dari ampas tebu mengakibatkan penambahan nilai kadar aspal optimum. Dari hasil penelitian tersebut akan digunakan analisis dengan grafik untuk menentukan kadar abu tebu yang paling baik untuk campuran Split Mastik Aspal dan kemudian dilakukan analisis statistic dengan metode analisa variansi terhadap kadar aspal optimum untuk setiap kadar abu tebu.
Dari pengujian di laboratorium didapatkan hasil pengujian agregat dan aspal yang memenuhi syarat. Dari penelitian lebih lanjut didapatkan kadar aspal optimum untuk abu tebu 3% sebesar 6,5%, abu tebu 4 % sebesar 6,6% dan abu tebu 5% sebesar 6,7%. Dari analisis grafik diperoleh nilai karakteristik campuran untuk campuran dengan kadar aspal acuan yang cukup baik. Dengan nilai hasil uji yang memenuhi spesifikasi yang disyaratkan, kemudian dengan melakukan uji statistik menggunakan analisa variansi dari penambahan kadar abu tebu pada ladar aspal optimum diperoleh hasil nilai karakteristik campuran yang cukup baik. Jadi dapat disimpulkan penggunaan ampas tebu meskipun harus diolah terlebih dahulu menjadi abu sebelum digunakan pada campuran, abu tebu dapat menjadi alternatif tambahan sebagai bahan tambah dalam campuran SMA.</note>
<classification><![CDATA[]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Open Source ETD System]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[694SI/06]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[694SI/06]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[My Library]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[694SI/06]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="8041" url="" path="/222000117.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[PEMANFAATAN AMPAS TEBU SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN DALAM CAMPURAN SPLIT MASTIC ASPHALT SMA)]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[8995]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2019-05-16 08:07:47]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2019-05-16 08:26:02]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>