INVESTIGASI PENEMPATAN OPTIMAL REAKTOR SHUNT PADA SALURAN TRANSMISI 500 kV
Sistem saluran udara tegangan extra tinggi 500 kV, terutama transmisi saluran panjang perlu mendapat perhatian lebih terutama dengan adanya line charging yang diakibatkan oleh kapasitansi saluran antar phasa dan kapasitansi saluran ke tanah yang dapat menyebabkan perubahan tegangan disisi terima akan lebih besar dari pada tegangan sisi kirim atau biasa disebut sebagai gejala “efek ferranti”. Untuk mengatasi adanya gejala efek ferranti, dipasang alat kompensasi reaktor shunt yang berfungsi untuk mengontrol tegangan kerja di setiap titik sepanjang saluran dan untuk memperkecil panjang elektrik saluran. Apabila salurannya panjang sekali maka reaktor shunt ditempatkan pada satu atau lebih titik, semakin banyak seksi semakin datar tegangan tersebut. Penilitian ini menggunakan software EMTP/ATP draw, simulasi tersebut bertujuan untuk mengetahui nilai tegangan sistem ketika sebelum dan sesudah pemasangan reaktor shunt, menentukan penempatan yang paling optimal reaktor shunt, dan menginput nilai induktor reaktor shunt dari hasil perhitungan. Dari perhitungan menghasilkan nilai LSH 9139,97 mH/phasa untuk di input ke simulasi, Dari simulasi tersebut menghasilkan nilai tegangan sebelum pemasangan reaktor shunt VR = 535,38 dan secara perhitungan VR 533,05 kV, setelah pemasangan yaitu VR = 517,86 dan secara perhitungan VR 514,86 kV, serta penempatan reaktor shunt yang paling optimal yaitu di sisi terima antara Unggaran – Bandung Selatan dengan jarak 342,847 kms.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2019).INVESTIGASI PENEMPATAN OPTIMAL REAKTOR SHUNT PADA SALURAN TRANSMISI 500 kV ().Teknik Elektro:FTI
Chicago Style
.INVESTIGASI PENEMPATAN OPTIMAL REAKTOR SHUNT PADA SALURAN TRANSMISI 500 kV ().Teknik Elektro:FTI,2019.Text
MLA Style
.INVESTIGASI PENEMPATAN OPTIMAL REAKTOR SHUNT PADA SALURAN TRANSMISI 500 kV ().Teknik Elektro:FTI,2019.Text
Turabian Style
.INVESTIGASI PENEMPATAN OPTIMAL REAKTOR SHUNT PADA SALURAN TRANSMISI 500 kV ().Teknik Elektro:FTI,2019.Text