// <![CDATA[INVESTIGASI BENTUK DAN BESAR POLA GELOMBANG KORONA ARUS BOLAK-BALIK TERHADAP BENTUK ELEKTRODA, TEMPERATUR, DAN KELEMBABAN]]> Dr. Waluyo, ST., MT Dosen Pembimbing 1 Fajar Sidhiq Hamdan/112013047 Penulis
Korona merupakan peristiwa peluahan sebagian muatan listrik ditandai dengan timbulnya cahaya ungu karena terjadi ionisasi udara disekitar permukaan konduktor. Munculnya korona ditandai dengan bunyi dengung, bau ozon, dan kilatan cahaya seragam pada permukaan elektroda. Tujuan penelitian yang dilakukan untuk mengetahui bentuk dan besar pola gelombang korona. Untuk mengetahui hal tersebut diperoleh lucutan korona terhadap variasi bentuk elektroda, temperatur, dan kelembaban udara. Hasil pengukuran yang didapat antara lain, arus maksimum yang didapat adalah 17,2mA, bentuk elektroda yang paling mudah terjadi korona adalah bentuk jarum karena, jari-jari elektroda semakin kecil maka menyebabkan semakin tidak seragamnya medan listrik. Korona suli terjadi pada temperatur turun dan kelembaban naik dengan besaran 20,8oC dan 96% sedangkan korona mudah terjadi pada temperatur naik dan kelembaban turun dengan besaran 27,9oC dan 48%.