// <![CDATA[RANCANG BANGUN SISTEM PENDETEKSI JATUH BERBASIS SENSOR INERTIAL MEASUREMENT UNIT (IMU)]]> Gigih Gumilar/112013048 Penulis Hendi Handian Rachmat, S.T., M.T., Ph.D. Dosen Pembimbing 1
Pada penelitian ini, sensor Inertial Measurement Unit (IMU) digunakan sebagai sistem pendeteksi jatuh secara Real time, Wearable dan Ambulatory guna memudahkan pengawasan pada lansia ketika posisi jatuh. Sistem ini terdiri dari dua bagian yaitu bagian pengirim dan bagian penerima yang masing-masing dilengkapi sistem komunikasi wireless, dengan frekuensi radio 2,4Ghz untuk mengirimkan data kondisi jatuh antara kedua bagian tersebut. Sensor IMU diletakkan pada bagian pengirim untuk mendeteksi nilai tiga sumbu percepatan gravitasi (x,y,z) dan nilai magnitude (M) pada saat terjadi jatuh melalui pengolah data kontroler ATMEGA328. Seluruh sistem ditempatkan pada pinggang naracoba untuk diuji dalam mendeteksi 4 tipe posisi jatuh yaitu ke depan, ke belakang, ke samping kanan, ke samping kiri; serta posisi pergerakan siklus berdirijongkok. Dari hasil pengujian didapatkan bahwa nilai rata-rata tiga sumbu (x,y,z) posisi steady state jatuh ke depan bernilai 0,123g, -0,472666667g, -0,888666667g, ke belakang bernilai -0,084g, 0,494666667g, 0,6285g, ke kanan bernilai -0,085g, 0,741g, -0,657g, ke kiri bernilai 0,060333333g, -0,544g, 0,635833333g, dan jongkok bernilai -0,739g, - 0,262g, -0,49267.