// <![CDATA[SISTEM MONITORING INFUS DENGAN HUMAN MACHINE INTERFACE SECARA WIRELESS]]> Decy Nataliana, Ir., M.T. Dosen Pembimbing 1 Yosinna Maulida/112015038 Penulis
Penelitian ini merancang dan merealisasikan sebuah sistem monitoring infus yang bertujuan untuk memudahkan kerja tenaga medis dengan menampilkan parameter-parameter yang dianggap penting dalam sebuah terapi infus intravena ke sebuah program Labview dengan menggunakan jaringan komunikasi UDP. Sistem terdiri dari sistem client dan server yang mana perangkat keras Wemos D1 Esp 8266 menjadi server dan Labview menjadi client. 58Labview dapat mengendalikan perangkat keras untuk mengatur jumlah tetesan/menit dan memonitoring parameter yang dikirim dari Wemos D1 Esp 8266. Parameter yang dapat dimonitoring diantaranya adalah jumlah tetesan, interval (ms), tetesan/menit, dan volume cairan infus. 94Sistem monitoring infus ini dilengkapi dengan 100alarm sebagai peringatan ketika cairan infus terhenti dan bernilai < 50 ml. Ketika volume cairan < 50 ml sistem akan menjalankan program motor servo untuk memberhentikan laju tetesan sehingga labu cairan infus tidak akan 30habis dan memberikan waktu kepada tenaga medis untuk mengganti labu cairan infus. Waktu yang dibutuhkan untuk menghabiskan 450 ml cairan infus 50adalah 442- 460 menit. Setelah dilakukan berbagai pengujian pada kestabilan sudut motor servo terhadap jumlah tetesan/menit, didapatkan hasil yang relatif konstan yaitu 18 tetesan/menit dan 21 tetesan/menit. Dengan begitu sistem monitoring infus dengan menggunakan Labview ini dapat dikatakan cukup layak digunakan sebagai sistem pengendali dan monitoring terapi infus intravena