// <![CDATA[PENGAWETAN JAMUR TIRAM PUTIH (PLEUROTUS OSTREATUS) DENGAN NATRIUM BISULFIT (Na2HSO3)]]> 0002105401 - Carlina D Ariono, Ir., M.T. Dosen Pembimbing 1 Muhammad Defri Zakaria Efrida /14-2014-018 Penulis
Jamur tiram putih merupakan salah satu bahan pangan yang sering dikonsumsi oleh masyarakat. Jamur tiram putih termasuk bahan pangan yang mudah rusak atau busuk pada kondisi penyimpanan sebelum digunakan. Tindakan pencegahan untuk mengatasi kerusakan bahan pangan, maka perlu dilakukan penanganan lebih lanjut dengan proses pengolahan agar masa simpannya relatif panjang. Penelitian ini dilakukan dengan metode pengawetan. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan pengaruh konsentrasi natrium bisulfit pada pengawetan jamur tiram putih terhadap warna, rasa, tekstur, aroma, dan kadar protein. Proses pengawetan ini dilakukan dengan variabel konsentrasi natrium bisulfit (4,8x10-3; 5,8x10-3; 6,7x10-3; 7,7x10-3; dan 8,6x10-3) molal dan waktu penyimpanan selama (10, 20, dan 30) hari. Hasil percobaan menunjukkan pengaruh konsentrasi natrium bisulfit terhadap warna, tekstur, aroma dan kadar protein jamur tiram. Pengawetan dengan konsentrasi natrium bisulfit 5,203 molal yang paling diterima panelis pada uji organoleptik dan kadar protein yang didapat sebesar 3,3767 % berat basah pada umur penyimpanan 30 hari.