// <![CDATA[ANALISIS KEBIJAKAN PERAWATAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (RCM) PADA PT BADRANAYA PUTRA]]> Dr.Ir. Kusmaningrum, M.T. Dosen Pembimbing 1 GABRYELLA SIRMA PUTRI/132013246 Penulis
PT Badranaya Putra merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang pengolahan daging, yang berlokasi didaerah Bandung. Perusahaan ini sudah berdiri cukup lama dan merupakan salah satu perusahaan atau pabrik sosis pertama di daerah Bandung, oleh karena itu tidak heran produk yang dihasilkan dari perusahaan ini cukup diminati. Pemeliharaan atau perawatan yang baik dan terencana sangat berpengaruh terhadap kelancaran laju produksi, kerusakan mesin atau peralatan produksi merupakan hal yang tidak dapat diprediksi karena dapat terjadi sewaktu waktu. Pada PT Badranaya terdapat beberapa proses produksi yang dilakukan, yaitu dari bahan baku, produk setengah jadi, sampai produk jadi. Secara umum proses tersebut meliputi penimbangan bahan, penggilingan daging pada mesin meat mincer, penambahan bahan dengan cara emulsi, pencampuran adonan pada mixer, pengisian adonan menggunakan mesin vacuum filler, perebusan menggunakan kompor atau pembakaran menggunakan oven, pendinginan pada freezer, pemotongan menggunakan mesin meat slicer dan pengemasan atau packaging. Pada proses produksinya perusahaan menggunakan berbagai jenis mesin, salah satunya adalah mesin Vacuum Filler Handtmann VF 50. Mesin ini merupakan mesin yang digunakan untuk mengisi produk atau adonan yang sebelumnya telah melalui proses mixing kedalam suatu casing dalam ukuran tertentu yang sebelumnya telah diatur. Proses ini merupakan salah satu proses inti dalam proses produksi, sehingga perlu adanya perhatian terhadap mesin yang digunakan dalam proses ini. Berdasarkan dari permasalahan diatas maka dapat ditentukan metode yang dapat diterapkan untuk mengatasi permasalahan tersebut, yaitu dengan menggunakan metode Reliability Centered Maintenance (RCM). Setelah dilakukannya kebijakan perawatan menggunakan metode RCM, maka dapat dilihat perubahan kegiatan atau task yang sangat jelas. Terdapat 37 mode kegagalan yang mungkin terjadi pada mesin Vacuum Filler Handtmann VF 50. Berdasarkan kebijakan perawatan menggunakan metode RCM dapat diketahui bahwa terdapat 3 mode kegagalan yang dapat diatasi dengan Time Directed (TD), 18 mode kegagalan Condition Directed (CD), 9 mode kegagalan Failure Finding (FF) dan 10 mode kegagalan dengan Run To Failure (RTF).