// <![CDATA[USULAN PERBAIKAN KUALITAS PRODUK HEADBOARD VIOLA BERDASARKAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DAN FAULT TREE ANALYSIS (FTA) DI PT. ROYAL ABADI SEJAHTERA]]> Drs. Hari Adianto M.T Dosen Pembimbing 1 Hendiarto Budi Pratama Putra/132011158 Penulis
PT. Royal Abadi Sejahtera merupakan suatu perusahaan yang memproduksi produk yang berkaitan dengan kebutuhan furniture rumah tangga terutama kebutuhan kamar tidur. Produk yang dihasilkan oleh PT. Royal Abadi Sejahtera antara lain lain busa (bahan baku), matras/spring bed (Lady Americana, Elite, dan Serenity), matras busa (Royal Foam), bedding accessories divan, dan headboard. Pada penelitian ini dilakukan pada produk headboard viola dikarenakan terjadi banyak kegagalan pada proses produksinya. Banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya kegagalan. Terdapat 5 jenis cacat yang sering muncul pada proses produksi headboard viola ini, antara lain, rangka tidak rata, oscar kurang rapi/mengkerut, oscar sobek, kancing pix melenceng, dan plastik mika sobek. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan pengendalian kualitas untuk menyelesaikan masalah yang terjadi. Salah satu metode untuk pengendalian kualitas dari suatu produk yang dihasilkan oleh PT. Royal Abadi Sejahtera dengan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dapat membantu proses identifikasi kegagalan yang terjadi pada proses produksi suatu produk untuk mengurangi resiko kegagalan agar dilakukan suatu perbaikan dari suatu proses produksi. Secara umum Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dilakukan dalam penelitian ini adalah Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) proses, karena pengamatan hanya dilakukan pada kegiatan proses produksi produk yang sedang berjalan. Langkah awal dari menggunaan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) adalah dengan menentukan failure mode sehingga didapatkan rating dari severity, occurance dan detection. Setelah didapatkan nilai Risk Priority Number (RPN), selanjutnya menentukan prioritas perbaikan potential cause dengan menggunakan diagram Pareto. Akar dari potential cause lebih mendalam menggunakan metode Fault Tree Analysis (FTA) berdasarkan penentuan potential cause dengan menggunakan diagram pareto. Metode Fault Tree Analysis (FTA) memiliki kegunaan untuk menganalisa penyebab-penyebab kegagalan dari suatu produk dalam suatu proses produksi sehingga dapat menganalisis failure mode. Dari proses tersebut diharapkan dapat membantu perusahaan dalam melacak tindakan yang harus diambil untuk mengurangi resiko kegagalan pada proses produksi.