// <![CDATA[PENGEMBANGAN STASIUN KERETA API BANDUNG “Harmoni Dalam Kontras Pada Stasiun Kereta Api”]]> Ir. Utami, M.T. Dosen Pembimbing 1 Riantiza Avesta, S.T., M.Sc. Dosen Pembimbing 3 Andrian Taufik Mukti / 21 – 2013 - 047 Penulis Erwin Yuniar R, ST., M.T. Dosen Pembimbing 2
Stasiun Kereta Api Bandung merupakan stasiun utama di Kota Bandung dan termasuk ke dalam bangunan cagar budaya kelas A. Stasiun Kereta Api Bandung menjadi gerbang utama para wisatawan yang menggunakan jasa transportasi kereta api. Jumlah wisatawan yang menggunakan jasa transportasi kereta api menuju Kota Bandung kian meningkat setiap tahunnya, sehingga stasiun harus bisa memfasilitasi pengunjung dengan baik bahkan sampai 30 tahun kedepan. Selain dapat memfasilitasi, Stasiun Kereta Api Bandung harus menjadi bangunan yang ikonik. Stasiun Bandung memiliki bapengunan cagar budaya kelas A dengan gaya arsitektur art deco pada bagian selatan bangunan. Melalui pertimbangan ini, maka desain bangunan baru harus menyikapi bangunan lama sehingga Pengembangan Stasiun Kereta Api Bandung memiliki tema Harmoni dalam Kontras. Harmoni diterapkan pada bagian fasad dan bentuk orientasi bangunan, sedangkan kontras pada material dan teknologi dalam bangunan baru. Hal ini diterapkan agar tercipta keharmonisan sebagai penyikapan terhadap bangunan lama, serta menjadikan kontras pada bangunan baru yang modern dan ikonik.