// <![CDATA[PERANCANGAN STASIUN KIARACONDONG BANDUNG BERBASIS ENERGI SURYA]]> Ir. Widji Indahing Tyas, M.T. Dosen Pembimbing 2 Eka Virdianti, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 Imas Riska / 21.2013.085 Penulis
Stasiun Kiaracondong merupakan stasiun kereta api ke 2 terbesar di Bandung setelah Stasiun Bandung. Stasiun Kiaracondong saat ini berada dikawasan padat penduduk, perdagangan dan jasa. Karena hal itu Stasiun Kiaracondong menjadi kawasan yang dianggap slum area, bisa dilihat dari kawasan yang kurang adanya vegetasi yang baik, adanya pasar tradisional yang tidak terkoordinasi dengan benar, serta sering terjadinya kemacetan. Sedangkan dengan laju perkembangan penduduk yang terus meningkat setiap tahunnya akan memberi dampak kebutuhan pada transportasi. Transportasi darat angkutan jarak jauh yang dianggap efektif dan efisien yaitu trasnportasi kereta api. Maka perlu adanya tempat yang dapat mewadahi aktifitas tersebut dengan adanya pembangunan Stasiun Kereta Api yang dapat membuat pengunjung aman dan nyaman. Stasiun Kiaracondong ini memiliki tema Arsitektur Ekologis yang berkonsep lebih menekankan pada prinsip Arsitektur Surya. Jadi, dalam sebuah perancangan menggunakan tema arsitektur ekologis akan menghasilkan banguna yang mempunyai hubungan dengan alam dan manusia, yaitu berhubungan yang saling menguntungkan dan dengan pemanfaatan energi surya sebagai sumber energi alternatif untuk mengatasi krisis energi, khususnya minyak bumi, yang terjadi sejak tahun 1970-an. Di samping jumlahnya yang tidak terbatas, pemanfaatannya juga tidak menimbulkan polusi yang dapat merusak lingkungan.