// <![CDATA[PENGEMBANGAN STASIUN KERETA API BANDUNG BERBASIS TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT DENGAN PENDEKATAN BUILDING ENRGY EFFICIENT Tema:]]> Ir. Widji Indahing Tyas, M.T. Dosen Pembimbing 1 Eka Virdianti, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2 Yaasmiin Lathiifahningasih / 21-2014-024 Penulis
Stasiun adalah tempat kereta api berangkat dan berhenti untuk melayani naik dan turunnya penumpang dan/atau bongkar muat barang dan/atau untuk keperluan operasi kereta api. (UU No.13 Tahun 1992 Pasal 19) Terdapat 3 hal yang terpenting dalam prinsip – prinsip perancangan umum yang diterapkan pada desain bangunan – bangunan transportasi yaitu sirkulasi ,orientasi, dan fasilitas umum. Berkaitan dengan perencanaan pembangunan kota bandung dengan konsep Live,Work, and Play (kehidupan, Pekerjaan, dan Wisata/hiburan), perencanan konsep struktur ruang kota Bandung mendatang diarahkan pada pola polisentrik. Pengembangan polisentrik ini diharapkan akan menumbuhkan perkembangan kota bandung menuju compact city atau pertumbuhan kota yang padu dan teratur. Jaringan jalan berfungsi sebagai jaringan penghubung pusat kegiatan dan bukan sebagai tumpuan pertumbuhan wilayah (rencana tata ruang Wilayah kota bandung 2011-2031). Desain kota yang dinilai paling cocok dengan pola polisentrik adalah Transit Oriented Development (TOD). Pada dasarnya, prinsip Transit Oriented Development (TOD) adalah mengurangi mobiltas penduduk antar kawasan ataupun antar kota dengan mengintegrasikan dan mendekatkan sistem transportasi kota, kawasan permukiman, sentra bisnis, dan pusat kegiatan masyarakat sehinga tercipta sebuah kota yang efisien. Building Energy Efficient merupakan salah satu aspek dari green building, dimana topik dari green building ini banyak diangkat sejak beberapa tahun lalu. Secara umum, Building Energy Efficient merupakan perencanaan bangunan dengan desain yang mengarah terhadap optimasi pencahayaan dan penghawaan alami serta pemilihan material yang tepat, yang berkaitan dengan kenyamanan pengguna dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Khususnya yang berkaitan dengan kelestarian alam, kesehatan, dan juga sosial. Pemilihan judul ini juga berkaitan dengan rencana pengembangan sarana transportasi di kota Bandung yang berbasis Transit Oriented Development. Dimana salah satu prinsip dalam urban desain terkaitTransit Oriented Devlopment yaitu melestarikan ekologi dan menciptakan ruang terbukaNberkualitas tinggi serta menjadikan ruang publik sebagai fokus orientasi bangunan. Juga terkait dengan misi pemerintah kota Bandung mengenai Bandung Urban Mobility Project yaitu pemanfaatan teknologi transportasi yang efisien dan ramah lingkungan. Selain itu yang menjadi pertimbangan dalam desain Transit Oriented Development adalah desain yang ramah untuk pejalan kaki dengan menyediakan akses langsung yang aman dan nyaman bagi pejalan kaki menuju stasiun transit. Konsep perencanaan proyek Stasiun Kereta Api Bandung yang berbasis Transit Oriented Development mengambil pendeketan desain terkait Building Energy Efficient. Memanfaatkan ilmu building physics / fisika bangunan, rancangan pasif melalui konsep desain yang memanfaatkan energi matahari dan kondisi iklim secara pasif. Upaya menyilang sirkulasi udara dan memasukkan sinar matahari tidak langsung adalah sebagian dari penerapan rancangan pasif. Sehingga dalam hal ini penulis mempertimbangan dengan memanfaatkan ilmu fisika bangunan, pemakaian energi listrik pada bangunan yang kita rancang akan menjadi lebih efisien. Dimana hal itu akan membuat bangunan kita menjadi ramah lingkungan, karena mampu memanfaatkan energi listrik secara optimal. Penghematan energi listrik, otomatis akan menjadikan biaya operasional gedung menjadi lebih murah dan terjangkau. Hal itu dikarenakan bangunan dirancang dapat optimal memanfaatkan sumber energi yang disediakan oleh alam. Kata kunci : Stasiun Kereta Api Bandung, Transit Oriented Development, Building Energy Efficient, pencahayaan alami, penghawaan alami.