// <![CDATA[STASIUN KERETA API KIARACONDONG” Tema:]]> Ir. Utami, M.T. Dosen Pembimbing 1 Erwin Yuniar Rahadian, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2 Riantiza Avesta, S.T., M.Sc. Dosen Pembimbing 3 Fingky Rasdianti/ 212014032 Penulis
Transportasi massal merupakan salah satu kebutuhan penting dalam kehidupan masyarakat di sebuah daerah. Indonesia memiliki berbagai macam transportasi massal, salah satunya adalah kereta api. Kereta api merupakan moda transportasi alternatif yang dapat dinikmati oleh berbagai kalangan. Pengguna kereta api mengalami peningkatan tiap tahunnya seiring dengan meningkatnya fasilitas yang dapat dinikmati penumpang kereta. Salah satu fasilitas tersebut adalah stasiun. Stasiun Kiaracondong merupakan satu dari dua stasiun besar yang terdapat di Kota Bandung. Peningkatan penumpang yang terjadi, serta rencana Pemerintah Kota Bandung untuk meningkatkan infrastruktur kota seiring dengan perkembangan Bandung mendasari diadakannya pengembangan dari Stasiun Kereta Api Kiaracondong ini. Pengembangan ini dilakukan untuk meningkatkan daya tampung serta fasilitas dari stasiun. Permasalahan utama dari pengembangan stasiun adalah kebutuhan ruang yang cukup luas untuk sirkulasi dan kegiatan lain pada stasiun . Kebutuhan ruang tersebut akan mendasari pemilihan struktur dari bangunan. Struktur bentang lebar merupakan salah satu sistem struktur yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Berdasarkan hal tersebut, tema yang diambil dalam perancangan stasiun ini adalah ekspresi struktur. Estetika dari sistem struktur bentang lebar dapat diekspresikan sehingga membentuk identitas dari bangunan stasiun ini sendiri. Penerapan dari tema terdapat pada bagian atap bangunan, dimana atap bangunan ini menjadi bagian dari elemen struktur serta fasad dari bangunan.