// <![CDATA[Penerapan Arsitektur Kontekstual Kontras pada Stasiun Kiaracondong Sebagai Citra Kawasan Tema:]]> Dian Duhita, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2 Azella Puteri Adya/ 212014194 Penulis Tecky Hendrarto, M.M. Dosen Pembimbing 1
Semakin berkembangnya zaman maka kebutuhan mobilitas juga semakin meningkat, alat transportasi pun terus mengalami perkembangan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Salah satunya adalah Kereta Api. Kereta Api merupakan alat transportasi darat paling cepat, selain cepat kereta api pun murah dan efektif, oleh karena itu setiap tahun jasa transportasi massal ini semakin digemari. Seiring meningkatnya peminat pengguna kereta api, maka kualitas dari Stasiun sebagai wadah bagi calon penumpang kereta api pun harus ditingkatnya demi mencapai kenyamanan, keamanan, dan keselamatan penumpang, karena selain sebagai wadah bagi calon pengguna kereta api, stasiun kereta api juga merupakan gerbang bagi sebuah kota, dimana stasiun ketera api merupakan salah satu muara bagi para pengunjung yang datang ke-suatu kota. Pada Stasiun Kiaracondong terdapat beberapa fungsi tambahan salah satunya adalah hotel transit untuk menunjang kebutuhan calon penumpang kereta api. Stasiun Kiaracondong yang berlokasi di kawasan pemukiman padat ini mengusung tema Arsitektur Kontekstuaal Kontras, dengan menggunakan pendekatan budaya, desain menerapkan analogi filosofi tatar sunda pada desain bangunan ataupun desain lansekap, sebagai identitas dari tanah sunda. Pada desain bangunan, filosofi tatar sunda diterapkan sebagai ornamen baik diluar bangunan maupun didalam bangunan. Sementara pada desain lansekap, filosofi tatar sunda dihadirkan dalam bentuk elemen-elemen lansekap seperti vegetasi, elemen air, maupun pola lansekap itu sendiri. Hal ini diharapkan dapat memperkenalkan filosofi tatar sunda dan mengangkat citra kawasan kiaracondong melalui desain Stasiun Kiaracondong.