// <![CDATA[LAPORAN PERENCANAAN DESAIN INTERIOR PUSAT SENI PERTUNJUKAN JAWA BARAT DI BANDUNG]]> Isma Iskandar, Drs., M.Ds. Dosen Pembimbing 1 Ammelia Paramitha Putri / 31-2013-028 Penulis R.M Nicolaus Aji, M.Ds Dosen Pembimbing 2
Salah satu faktor yang harus dipertimbangkan dengan baik dalam perancangan desain interior pusat Kesenian Jawa Barat adalah kebutuhan fasilitas dari aktifitas pengguna bangunan tersebut. Unsur visual dalam film harus didukung dengan media yang baik agar pesan yang diungkapkan melalui pertunjukan dapat tertangkap dengan baik pula sehingga tercapai kualitas pertunjukan yang optimal serta kepuasan bagi penikmatnya. Persyaratan utama yang harus dipenuhi dalam merancang sebuah desain interior adalah dengan penerapan material dinding, lantai, dan ceiling yang sesuai. Dalam perancangan desain interior Pusat Kesenian Jawa Barat ini, gedung pertunjukan merupakan fasilitas utama sebagai kegiatan utama pengunjung yaitu menonton pementasan. Hal itu dapat dicapai dengan cara antara lain memilih bahan material yang mempunyai sifat berpori, berserat, tidak menyilaukan, dan dapat meredam suara untuk memberikan suasana tenang, nyaman, bersahabat, luas serta tidak menyilaukan/ mengganggu pandangan saat penyelenggaraan pertunjukan agar mampu mengantarkan penonton ke dalam cerita. Persyaratan lainnya adalah seperti memperpendek jarak penonton dengan sumber bunyi, penaikan sumber bunyi, pemiringan lantai, sumber bunyi harus dikelilingi lapisan pemantul suara, kesesuaian luas lantai dengan volume ruang, menghindari pemantul bunyi paralel yang saling berhadapan dan penempatan penonton di area yang tepat. Penerapan bahan material yang baik juga berlaku untuk setiap fasilitas penunjang yang ada pada perancangan Pusat Kesenian Jawa Barat diantaranya seperti lobby, galeri, perpustakaan serta ruang penyimpanan lagu karena karakter ruang yang baik sangat membantu dalam menciptakan kenyamanan dan keamanan bagi pengunjung yang datang.