// <![CDATA[Penerapan Konsep Kontekstual Kontras pada Desain Stasiun Kereta Api Bandung]]> Ir. Dwi Kustianingrum, M.T. Dosen Pembimbing 2 Dr. Ir. Nurtati Soewarno, M.T Dosen Pembimbing 1 Ir. Bambang Subekti, M.T. Dosen Pembimbing 3 Siti Nurul Huda / 212014138 Penulis
Setiap kota memiliki identitas kawasan dengan kehadiran bangunan lama. Bangunan lama masih mendominasi kawasan pusat kota lama yang telah di tetapkan sebagai kawasan cagar budaya. Perubahan pada kawasan cagar budaya dipicu oleh desain yang lebih modern yang membuat bangunan terlihat kontras dengan bangunan lama sehingga diharapkan kawasan cagar budaya tetap menarik dan terlihat berbeda. Pada tugas perancangan di mata kuliah tugas akhir konsep kontras akan diterapkan pada perancangan bangunan baru di Stasiun Kereta Api Bandung yang berlokasi di salah satu kawasan cagar budaya. Diharapkan bangunan baru Stasiun Kereta Api Bandung terlihat kontras dan menonjol di kawasan lama karena stasiun merupakan salah satu gerbang Kota Bandung. Konsep kontras diterapkan karena desain yang kontras akan menampilkan gaya yang berbeda dari gaya bangunan di sekitarnya. Diharapkan Stasiun Kereta Api dapat menjadi icon yang mudah dikenali oleh masyarakat. Selain itu, penerapan material yang dominan, yaitu kaca pada bagian depan dan belakang bertujuan agar bangunan cagar budaya dapat terevleksikan dengan baik. Demikian pula untuk interior penerapan gaya yang lebih baru dan modern diharapkan dapat menghasilkan kesan kontras dengan bangunan cagar budaya. Diharapkan perancangan ini dapat memberikan gambaran pemecahan sebuah permasalahan perancangan dengan memperhatikan kondisi lingkungan dan menyeimbangkan dengan bangunan cagar budaya.