// <![CDATA[ANALISIS REMBESAN DAN STABILITAS LERENG DENGAN PEMODELAN MATEMATIK (STUDI KASUS :]]> IKHYA, ST., MT., MM. Dosen Pembimbing 1 Indra Noer Hamdhan, ST., MT Dosen Pembimbing 2 Feby Oviandari / 22-2001-055 Penulis
ANALISIS REMBESAN DAN STABILITAS LERENG DENGAN PEMODELAN MATEMATIK (STUDI KASUS : BENDUNGAN URUGAN GAGAH JURIT KABUPATEN CIAMIS), (Feby Oviandari, NRP : 22-2001-055, Pembimbing : Ikhya, S.T, M.T, M.M, Ko- Pembimbing : Indra Noer Hamdhan, S.T, M.T., 2006, 102 hala-, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Nasional) Persoalan longsor banyak dijumpai dalam rekayasa teknik sipil, salah satunya terdapat pada bendungan. Bendungan berfungsi sebagai penahan air atau pengangkat permukaan air di dalam suatu waduk, maka secara garis besarnya tubuh bendungan merupakan penahan rembesan air ke arah hilir serta penyangga tampungan air tersebut. Aliran air tanah akan mempercepat terjadinya longsor, karena kemampuan tanah untuk dirembesi (daya rembes) memegang peranan penting dalam kestabilan lereng. Oleh sebab itu untuk mengetahui keamanan pada Bendungan Urugan Gagah Jurit Kabupaten Ciamis, dilakukan analisis rembesan dan stabilitas lereng. Analisis rembesan dan stabilitas lereng dilakukan dengan pendekatan model numerik dan analisis manual. Untuk pendekatan model numerik digunakan perangkat b a k Geo-Slope. Modul Geo-Slope yang digunakan adalah modul seepl/wuntuk analisis rembesan dan modul slope/w untuk analisis stabilitas lereng. Dengan data yang sama dengan analisis secara model numerik, dilakukan perhitungan secara manual baik analisis rembesan maupun analisis stabilitas lereng. Dalam analisis stabilitas lereng secara manual, digunakan metode bishop, dan perhitungan dibatasi pada bidang kelongsoran paling kritis dari hasil model numerik. Terdapat perbedaan yang tidak terlalu signifiksa, antara hasil analisis dari model nurnerik dengan analisis manual, baik untuk analisis rembesan maupun untuk analisis stabilitas lereng. Dalam analisis rembesan secara memperhitungkan besarnya koefisien analisis stabilitas lereng. Tetapi secara rembesan, sedangkan dalam model sehingga mempengaruhi juga pada diambil kesimpulan bahwa lereng-lereng padi Bendungan Urugan Gagah Jurit aman mempunyai nilai SF ≥1,5.