STUDI MANAJEMEN KUALITAS PRODUK TIANG PANCANG BULAT TIPE SPUN PILE ∅400 DENGAN MENGGUNAKAN METODA SIX SIGMA
Industri konstruksi berperan besar terhadap pembangunan infrastruktur di Indonesia. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kebutuhan untuk memodernisasi sarana dan prasarana bangunan pun meningkat. Atas dasar inilah kegiatan dalam industri konstruksi berkembang. Selain itu juga banyaknya bencana alam yang terjadi dan menyebabkan hancurnya ribuan bangunan memacu para pelaku industri konstruksi untuk dapat memenuhi kebutuhan konsumennya akan material yang berkualitas tinggi sehingga dapat meminimasi kerusakan yang terjadi. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan tersebut maka untuk memenuhi keinginan konsumen dan menghasilkan produk sesuai dengan spesifikasi, perusahaan harus menerapkan suatu sistem kendali mutu yang berkesinambungan. Produsen tiang pancang merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang industri konstruksi yang berusaha memenuhi kebutuhan konsumennya dengan mempertahankan atau bahkan meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan. Namun dalam menghasilkan suatu produk yang berkualitas tinggi dalam produksinya penyimpangan kualitas tidak dapat dihilangkan salah satu alat kendali untuk mengatasi permasalahan tersebut digunakan suatu metode pengendalian Six Sigma. Metode ini digunakan mengingat kelebihan yang dimilikinya yaitu dapat mengurangi variasi yang ada dalam setiap proses dengan cara menjaga jarak antara rata - rata variasi proses dengan batas spesifikasi terdekat sebesar minimal 60. Dari pengumpulan data frekuensi dan jenis ketidaksesuaian pada proses pembuatan tiang pancang bulat tipe spun pile 0400 terdapat 12 stasiun kerja yang dilalui, yaitu mixing, concrete weighing, cutting & head forming, cage assembling, mould cleaning, nould setting, concrete feeding, tensioning, spinning, steam curing, demoulding dan natural curing. Berdasarkan fiekuensi munculnya ketidaksesuaian maka ditetapkan bahwa stasiun kerja mould cleaning merupakan stasiun kerja kritis dan dijadikan fokus dalam penelitian ini. Pada stasiun kerja mould cleaning terdapat dua jenis ketidaksesuaian yang terjadi selama bulan Januari sampai dengan Mei yaitu beton terkelupas dan keropos pada steam. Dengan menggunakan diagram pareto didapatkan bahwa beton terkelupas merupakan ketidaksesuaian yang memberikan kontribusi terbesar sehingga usulan tindakan perbaikan diberikan terhadap penyebab-penyebab beton terkelupas untuk meminimasi jumlah ketidaksesuaian tersebut sehingga dapat menaikkan tingkat sigma dan menurunkan nilai Defect Per Million Opportunities (DPMO)
Detail Information
Citation
APA Style
. (2019).STUDI MANAJEMEN KUALITAS PRODUK TIANG PANCANG BULAT TIPE SPUN PILE ∅400 DENGAN MENGGUNAKAN METODA SIX SIGMA ().Teknik Sipil:FTSP
Chicago Style
.STUDI MANAJEMEN KUALITAS PRODUK TIANG PANCANG BULAT TIPE SPUN PILE ∅400 DENGAN MENGGUNAKAN METODA SIX SIGMA ().Teknik Sipil:FTSP,2019.Text
MLA Style
.STUDI MANAJEMEN KUALITAS PRODUK TIANG PANCANG BULAT TIPE SPUN PILE ∅400 DENGAN MENGGUNAKAN METODA SIX SIGMA ().Teknik Sipil:FTSP,2019.Text
Turabian Style
.STUDI MANAJEMEN KUALITAS PRODUK TIANG PANCANG BULAT TIPE SPUN PILE ∅400 DENGAN MENGGUNAKAN METODA SIX SIGMA ().Teknik Sipil:FTSP,2019.Text