Detail Cantuman

PEMANFAATAN SERBUK KAYU SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN DALAM CAMPURAN SPLIT MASTIC ASPBALT (SMA)

PEMANFAATAN SERBUK KAYU SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN DALAM CAMPURAN SPLIT MASTIC ASPBALT (SMA)


PEMANFAATAN SERBUK KAYU SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN DALAM CAMPURAN SPLIT MASTIC ASPBALT (SMA), ( Deden Hendra Mulyana, NRP. 22 1999 032, Pembimbing Herman, Ir., MT, 2006, 57 halaman, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Nasional, Bandung ).
Split Mastic Asphalt (SMA) adatah campuran beton aspai yang bergradasi terbuka dengan selimut aspai yang tebal. Campuran ini menggunakan banyak aspal sehingga perlu ditambahkan serat selulosa, pada penelitian ini digunakan serbuk kayu sebagai serat selulosa dalam campuran SMA. Oleh karena alasan tersebut dilakukan penelitian terhadap penggunaan serbuk kayu sebagai altematif pengganti serat selulosa buatan pada perkerasan SMA dengan kadar serbuk kayu yang digunakan adalah 3%, 4%, dan 5% terhadap berat aspal. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari potensi dan kinerja pemakaian serbuk kayu sebagai pengganti serat selulosa fabrikasi dalam campuran SMA. Dari penelitian yang dilakukan di laboratorium, serbuk kayu yang akan digunakan harus dibakar terlebih dahulu hingga menjadi abu, dengan tujuan untuk mencegah pembusukan yang akan terjadi. Pada penelitian ini digunakan analisis Marshall dengan kadar aspal yang digunakan adalah 5,5%, 6,0%, 6,5%, 7,0%, dan 73% dari berat total campuran. Dari hasil pengujian di laboratorium didapatkan hasil pengujian agregat dan aspal yang memenenuhi persyaratan, dan dengan hasil penelitian lebih lanjut diketahui bahwa penambahan kadar serbuk kayu akan mengakibatkan penambahan nilai kadar aspal optimum. Dari penelitian di laboratorium didapatkan nilai kadar aspal optimum dengan serat Arbocel 3% sebesar 6,35% untuk kadar serbuk kayu 3% sebesar 6,68%, serbuk kayu 4 % sebesar 6,52 dan untuk kadar serbuk kayu 5% sebesar 6,52%. Dari hasil penelitian tersebut, dapat dilihat dengan penambahan kadar serbuk kayu mengakibatkan nilai kadar aspal optimum berada pada kadar 5% mempunyai sifat dan karakteristik campuran pada kadar aspal optimum yang paling baik dibandingkan dengan kadar serbuk kayu 3% dan 4%. Jadi dapat disimpulkan dengan penggunaan serbuk kayu meskipun harus diolah terlebih dahulu menjadi abu sebelum digunakan pada campuran, serbuk kayu dapat menjadi alternatif sebagai tambahan dalam campuran SMA.


LOADING LIST...

LOADING LIST...

Detail Information

Bagian Informasi
Pengarang Deden Hendra Mulyana / 22 1999 032, - Personal Name
Herman Ir.,MT - Personal Name
No. Panggil 778SI/06
Subyek
Fakultas FTSP
Tahun Terbit 2006
Jurusan Teknik Sipil
Deskripsi Fisik
Info Detil Spesifik

  Tags :

Citation

. (2006).PEMANFAATAN SERBUK KAYU SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN DALAM CAMPURAN SPLIT MASTIC ASPBALT (SMA)().Teknik Sipil:FTSP

.PEMANFAATAN SERBUK KAYU SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN DALAM CAMPURAN SPLIT MASTIC ASPBALT (SMA)().Teknik Sipil:FTSP,2006.Text

.PEMANFAATAN SERBUK KAYU SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN DALAM CAMPURAN SPLIT MASTIC ASPBALT (SMA)().Teknik Sipil:FTSP,2006.Text

.PEMANFAATAN SERBUK KAYU SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN DALAM CAMPURAN SPLIT MASTIC ASPBALT (SMA)().Teknik Sipil:FTSP,2006.Text

 



Homepage Info

Koleksi  ETD adalah merupakan Tugas Akhir mahasiswa Itenas dalam menempuh program Sarjana/Magister. Seluruh isi dari Tugas Akhir adalah merupakan tanggung jawab penulis sepenuhnya.

Koleksi


Total ETDs : 20322

Total Kunjungan: 26011 dari Maret 2018

Media Sosial / Kanal

Address

UPT Perpustakaan Itenas
Jl. PKH. Mustopha No.23
Bandung 40124, Indonesia
Phone: +62-22-7272215,
email: libary[at]itenas.ac.id