STUDI PERBANDINGAN PENENTUAN TEBAL PERKERASAN LENTUR DENGAN MENGGUNAKAN METODE AASHTO 1993 DAN METODE ANALISA KOMPONEN 1989 (STUDI KASUS : JL. ALTERNATIF DI KABUPATEN KUNINGAN
STUDI PERBANDINGAN PENENTUAN TEBAL PERKERASAN LENTUR DENGAN MENGGUNAKAN METODE AASHTO 1993 DAN METODE ANALISA KOMPONEN 1989 (STUDI KASUS : JL. ALTERNATIF DI KABUPATEN KUNINGAN), (Hendra Saputra, NRP .22 2002 009, Pembimbing Dwi Prasetyanto, Ir., MT., Ko Pembimbing Samun Haris, Ir.,MT., 2007, 84 halaman, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Nasional)
Jalan merupakan bagian dari prasarana perhubungan yang mempunyai peranan penting dalam kehidupan sehari-hari serta hakikatnya menyangkut hajat hidup orang banyak. Seiring meningkatnya kebutuhan akan kelayakan jalan, maka beban yang diterima oleh struktur pada permukaan perkerasan jalan semakin bervariasi baik itu beban dari kendaraan berat kendaraan berat maupun beban dari kendaraan ringan dengan klasifikasi tertentu. Pada Tugas Akhir ini tebal perkerasan lentur direncanakan dengan menggunakan metode AASHTO 1993 dan metode Analisa Komponen 1989. Pengkajian kedua metode ini dimaksudkan untuk mengetahui perbedaan penentuan tebal lapisan perkerasan lentur. Adapun data yang digunakan dalam perhitungan ini adalah data hasil survey lapangan serta analisa data pembangunan Jalan Kab. Kuningan dengan lebar jalan yang akan dikaji 2 x 3,5 m dan umur rencana 10 tahun. Sedangkan data yang digunakan adalah data geometrik jalan, data lalu lintas dan data daya dukung tanah. Hasil perhitungan tebal lapisan lentur dengan menggunakan metode AASHTO 1993 berbeda dengan menggunakan metode analisa Komponen ’89. Dengan material yang sama, metode AASHTO 1993 memberikan nilai ketebalan lebih besar dibandingkan dengan menggunakan Analisa Komponen 1989, AASHTO 1993 memberikan nilai tebal lapisan permukaan laston (lapisan aspal beton) D1 = 11 cm, pada metode analisa komponen 1989 memberikan nilai beban lalu lintas (LER) = 175,88 Iss/hari/lajur rencana sedangkan pada metode AASHTO 1993 memberikan nilai beban lalu lintas (W18) = 440.235,5406 Iss/umur rencana. Lintas ekivalen yang didapat dari metode AASHTO 1993 lebih besar dari metode Analisa Komponen Tahun 1989, hal ini dikarenakan parameter yang digunakan pada kedua metoda berbeda seperti : angka ekivalen (E). koefisien drainase dan faktor Reliability.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2017).STUDI PERBANDINGAN PENENTUAN TEBAL PERKERASAN LENTUR DENGAN MENGGUNAKAN METODE AASHTO 1993 DAN METODE ANALISA KOMPONEN 1989 (STUDI KASUS : JL. ALTERNATIF DI KABUPATEN KUNINGAN ().Teknik Sipil:FTI
Chicago Style
.STUDI PERBANDINGAN PENENTUAN TEBAL PERKERASAN LENTUR DENGAN MENGGUNAKAN METODE AASHTO 1993 DAN METODE ANALISA KOMPONEN 1989 (STUDI KASUS : JL. ALTERNATIF DI KABUPATEN KUNINGAN ().Teknik Sipil:FTI,2017.Text
MLA Style
.STUDI PERBANDINGAN PENENTUAN TEBAL PERKERASAN LENTUR DENGAN MENGGUNAKAN METODE AASHTO 1993 DAN METODE ANALISA KOMPONEN 1989 (STUDI KASUS : JL. ALTERNATIF DI KABUPATEN KUNINGAN ().Teknik Sipil:FTI,2017.Text
Turabian Style
.STUDI PERBANDINGAN PENENTUAN TEBAL PERKERASAN LENTUR DENGAN MENGGUNAKAN METODE AASHTO 1993 DAN METODE ANALISA KOMPONEN 1989 (STUDI KASUS : JL. ALTERNATIF DI KABUPATEN KUNINGAN ().Teknik Sipil:FTI,2017.Text