// <![CDATA[Studi Pengembangan Sistem Pemanenan Air Hujan untuk Rumah Tinggal]]> Dr. Ir. Wanny K. Adidarma Dipl. H., M. Sc Dosen Pembimbing 1 Dita Wulandari., ST.,MT. Dosen Pembimbing 2 Dwi Kurnia Adi Yuda / 22 2002 024 Penulis
Studi Pengembangan Sistem Pemanenan Air Hujan untuk Rumah Tinggal, (Dwi Kurnia Adi Yuda, NRP 22 2002 024, Pembimbing : Dr. Wanny K. Adidarma, Ko-Pembimbing : Dita Wulandari, ST., MT., 2006, 30 halaman, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Nasional, Bandung). Air mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia. Kebutuhan akan air menjadi sangat penting terutama memasuki musim kemarau. Banyak sumber-sumber air yang kering sehingga terjadi kekeringan di beberapa kota. Melihat kondisi ini ada bailmya jika memanfaatkan air hujan untuk ditampung lalu digunakan sebagai kebutuhan sehari-hari. Dengan harapan air di tampungan atau sumber-sumber air tidak kering akibat digunakan pada musim penghujan. Sistem permanenan air hujan ini digunakan di kota Bandung mewakili wilayah humid dan di kota Seba, provinsi NTT mewakili wilayah semi arid. Pada sistem pemanenan air hujan ini terdapat beberapa data yang digunakan. Antara lain data hujan harian, data evaporasi, data kebutuhan air untuk satu orang, jumlah orang dalam satu rumah, ruas atap dan kapasitas tampungan. Data-data tersebut kemudian dianalisis dengan beberapa skenario untuk mengetahui tingkat kehandalan pemenuhan kebutuhan air untuk rumah tinggal. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tingkat kehandalan di kota Seba lebih baik daripada di kota Bandung. Hal ini terjadi karena kebutuhan masyarakat kota Bandung yang cenderung konsumtif. Tingkat kehandalan mencapai angka 80% berarti air hujan yang dipanen dapat ditingkatkan untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Untuk kota Bandung, kondisi ini tercapai pada tipe 120 dengan jumlah orang 1 dan 2 menggunakan kapasitas tampungan 2 dan 8m3. Sedangkan pada tipe 100,70 dan 45 dicapai dengan jumlah orang 1 dan kapasitas tampungan 3,4 dan 7 mf. Apabila dengan jumlah orang yang banyak tingkat kenhandalannya cenderung kecil. Untuk itu dicoba meningkatkan tingkat kehandalan dengan cara meminimalisis neraca air hanya pada saat musim penghujan. Hasilnya terdapat usaha untuk meningkatkan tingkat kehandalan berhasil. Kata kunci : sistem pemanenan air hujan, kebutuhan air