// <![CDATA[PERILAKU STRUKTUR GEDUNG 8 LANTAI AKIBAT BEBAN GEMPA WILAYAH-4 YANG DIPENGARUHI BENTUK TIDAK BERATURAN]]> Bernardinus Herbudiman, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 Anna Medina Afzal, ST., M.T Dosen Pembimbing 2 ARIEF BUDIMAN / 22 2000 005 Penulis
Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang rentan akan bencana gempa bumi karena sebagian besar daerah teritorialnya merupakan pertemuan 2 jalur utama gempa yaitu jalur gempa Sirkum Pasifik dan jalur gempa Alpide-Transasiatic. Berdasarkan peraturan ketahanan gempa yang berlaku sekurang (SNI-1726-20031, salah satu dari kota di Indonesia yang terletak pada wilayah gempa sedang sampai dengan kuat (wilayah gempa 4) adalah kota Bandung. Dalam laporan tugas akhir ini, dilakukan analisis struktur terhadap model struktur dengan denah tidak beraturan yang dibangun di daerah tersebut. Model struktur ini kemudian didelatasi menjadi model struktur podium 2 lantai dan dua tower tipikal 8 lantai. Karena dua model tower tersebut sama dalam hal sistem struktur, model , dan material nya, maka hanya satu tower saja yang dianalisa. Kedua model struktur tersebut kemudian diuji dalam batas Kinerja Batas Layanan dan Kinerja Batas Ultimitnya, disamping syarat lain untuk struktur bangunan tidak beraturan. Pembebanan gempa yang dipakai pada model struktur berupa beban respons spektra untuk wilayah kota Bandung, Desain bangunan yang dipilih adalah desain in-elastic full dactail arau disebut sebagai "Struktur Rangka Pemikul Momen Khusus " SRPMK (sistem struktur yang pada dasarnya memiliki rangka ruang pemikul beban gravitasi secara lengkap dan beban lateral dipikul rangka pemikul momen terutama melaIui mekanisme lentur. Dari SNI 1726-2003, untuk perencanaan SRPMK, pada bangunan beton dipakai nilai faktor reduksi gempa minimum (Rm) sebesar 8,5. Faktor keutamaan struktur (I) diambil untuk kategori gedung umum sebesar 1. Hasil dari penelitian untuk model struktur podium arah ragam getar model adalah arah x dan untuk mode 2 adalah arah y, sedangkan untuk model struktur tower arah ragam getar untuk mode 1 adalah arah y dan untuk mode 2 adalah arah x . Modal partcipacing mass ratio untuk model podium sudah mencapai 90% pada mode ke-3, sedangkan pada model tower pada mode ke-6. Waktu getar alami pada mode 1 untuk model untuk model podium adalah 0,737 detik dan untuk model tower adalah 1,865 detik. Berdasarkan syarat batas layanan dan ultimit yang ditetapkan dalam SNI 1726-2003, model struktur tersebut telah memenuhi persyaratan, tetapi masih harus diperlakukan karena waktu getar alami pada mode pertama untuk kedua model struktur masih berkurang dari batas waktu getar alami pada mode pertama untuk kedua struktur masih kurang dari batas alaminya, sehingga simpangan yang terjadi menjadi lebih besar. Kata kunci : gempa, bangunan tidak beraturan, Struktur Rangka Pemkul Momen Khusus. Kinerja batas layanan, kinerja batas Ultimit.