// <![CDATA[STUDI PENGARUH WAKTU CURING TERHADAP PARAMETER MARSHALL PADA CAMPURAN LASTON AC-WC]]> Ir. Silvia Sukirman. Dosen Pembimbing 1 Narapati Sofia / 22-2001-128 Penulis
STUDI PENGARUH WAKTU CURING TERHADAP PARAMETER MARSHALL PADA CAMPURAN LASTON AC-WC (Narapati Sofia, NRP. 22-200 1 - 128, Pembimbing Silvia Sukirman, Ir. 2006, 69 halaman, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Nasional, Bandung). Lapisan Aspal Beton (LASTON) adalah beton aspal bergradasi menerus yang umum digunakan untuk jalan dengan beban lalu lintas berat Pada penelitian ini digunakan variasi waktu curing yaitu 1 Jam, 2 Jam, 3 Jam dan 4 Jam dibandingkan dengan tanpa waktu curing (O Jam). Penelitian menggunakan agregat yang memenuhi persyaratan perkerasan LASTON AC - WC Depkimpraswil 2002 dan aspal penetrasi 60. Penelitian dilakukan dengan pembuatan 15 benda uji dengan kadar aspal 5,5%; 6,0%; 6,5%; 7,0% dan 7,5% sehingga diperoleh KAO sebesar 6,5%. Dari KAO tersebut dilakukan pembuatan 15 benda uji dengan perbandingan 3 benda uji dengan waktu cuting 1 Jam, 3 benda uji dengan waktu curing 2 Jam, 3 benda uji dengan waktu curing3 Jam, 3 benda uji dengan waktu curing 4 Jam dan3 benda uji tanpa waktu curing(0 Jam). Semua campuran diuji sesuai metode Marshall. Dari hasil penelitian yang dilakukan hubungan antara VMA, VIM, VFA dan waktu curing kurang baik karena variasi nilai VMA, VIM, VFA benda uji cukup besar yang ditunjukkan oleh nilai R2, sedangkan hubungan antara Stabilitas, Flow dan waktu curing cukup baik karena variasi nilai Stabilitas, Flow benda uji cukup kecil yang juga ditunjukkan oleh nilai R2.