// <![CDATA[KAJI BANDING METODA THIRD POINT LOADING DENGAN CENTRE POINT LOADING DALAM MENENTUKAN MOR]]> Prof. Djuanda Suraatmadja, Ir Dosen Pembimbing 1 Rian Herdiana / 22 2002 00 Penulis
KAJI BANDING METODA THIRD POINT LOADING DENGAN CENTRE POINT LOADING DALAM MENENTUKAN MOR, (Rian Herdiana NRP 22 2002 004, Prof. Ir. Djuanda Sumatmadja, 2006 43 halaman, Jurusan Teknik Sipii, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Nasional). Penelitian ini akan mengkaji banding antara metoda third point loading dan centre point loading dalam menentukan MOR Metoda pencampuran beton yang digunakan pada penelitian ini adalah metoda SKSNI. Beton sangat diperlukan sebagai perkerasan terutama jalan raya dan landasan pesawat terbang untuk memudahkan pengiriman produksi yang dihasilkan oleh berbagai wilayah di Indonesia. Agar beton tersebut dapat direkomendasikan dalam pengerasan maka dilakukan percobaan kekuatan lentur. Percobaan kekuatan lentur mempunyai 2 metoda diantaranya metoda centre point loading dan third point loading, metoda tersebut telah dilakukan oleh berbagai Negara. Salah satu diantaranya adalah Orrin Riley berasal dari New York yang telah melakukan percobaan kuat lentur dengan benda uji balok. Pengujian yang dilakukan terdiri dari uji tekan, uji modulus elastisitas, uji tarik belah, dan uji modulus of rupture, benda uji berupa silinder beton diameter 10 cm, tinggi 20 cm dan balok beton dengan tinggi 15 cm, lebar 15 cm, panjang 70 cm dengan kuat tekan rencana 20 MPa dan 30 MPa. Hasil pengujian menunjukkan bahwa untuk metoda centre point loading mempunyai nilai modulus of repture lebih besar dari pada third pint loading, pada percobaan ini perbedaannya sebesar 19,6Ph.