// <![CDATA[KAJIAN PENGERUKAN KOLAM PELABUHAN TANJUNG PRIOK]]> Yati Muliati S N, Ir., M.T. Dosen Pembimbing 2 Dr. Ir. Syamsudin Dipl. HE Dosen Pembimbing 1 Bayu Wahyudiono/222000057 Penulis
KAJIAN PENGERUKAN KOLAM PELABUHAN TANJUNG PRIOK, (bayu Wahyudiono, NRP. 22 2000 057, Pembimbing DR. Syamsudin, Ir., Dipl HE, Ko Pembimbing Yati Muliati S.N., Ir., MT., 2006, 117 halaman, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Nasional) Pelabuhan Tanjung Priok merupakan pelabuhan terbesar di Indonesia. Lebih dari 65% total arus barang diangkut melalui pelabuhan ini. Mengingat Pelabuhan Tanjung Priok merupakan pelabuhan utama di Indonesia, maka perlu dilakukan kajian mengenai pergerukan klam pelabuhan. Jumlah sedimen yang dikeruk di Pelabuhan Tg. Priok pada tahun 2003, 2004, dan 2005 berturut-turut adalah 472795.44 m3, 323701.90 m3, dan 357732.15 m3 dengan kontribusi dari mulut pelabuhan sebesar 50% dan dari muara Kali Sunter sebesar 50%. Pengerukan dilakukan dengan kapal keruk penampung hisap tarik berkapasitas palka 2900m3 untuk pergerukan diluar dan kapal kerung cengkeram dibantu 1 tongkang berkapasitas palka 500 m3 untuk pergerukan di kolam. Pembuangan material hasil kerukan di lokasi pembuangan di Tg. Karawang masih terjadi perbedaan pendapat antara pemilik proyek dengan pemerintah setempat sehingga diperlukan studi/penelitian yang dilakukan oleh konsultan independen yang dapat diterima oleh kedua belah pihak. Dari hasil pembahasan telah disimpulkan bahwa untuk mengurangi sendimen yang masuk ke pelabuhan disarankan pemindahan muara sungai ke luar pelabuhan. Untuk mengefisienkan waktu kerja maka perlu diadakan penambahan jumlah kapal yang bekerja mengeruk alur dan kolam pelabuhan. Selalin itu perlu adanya penggantian kapal yang sudah tua dengan kapal baru karena kapal tua seringkali bermasalah dengan kerusakan suku cadang dan kebocoran pada palka.