PEMILIHAN ALTERNATIF LOKASI PERMUKIMAN PENDUDUK YANG TERKENA PROYEK PASPATI DITINJAU DARI ASPEK SOSIAL DAN ASPEK EKONOMI
Kebutuhan akan transportasi semakin meningkat dengan perkembangan dan pertumbuhan penduduk yang tinggi. Akibat pertumbuhan penduduk yang tinggi maka kebutuhan masyarakat terhadap lahan juga makin tinggi yang menyebabkan timbulnya pergeseran guna lahan/aglomerasi guna lahan. Untuk mengatasi hal tersebut dilakukan dengan penataan ruang yang mengacu kepada peraturan perundang-undangannya. Salah satunya adalah rencana pembangunan jalan laying dan jembatan PASPATI untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di bidang transportasi untuk mengurangi kemacetan, pemusatan aktivitas dan pola mata pencaharian masyarakat.
Adanya rencana pembangunan jalan laying dan jembatan PASPATI maka sebagian besar penduduk akan di relokasikan ke lokasi yang baru. Pemindahan penduduk ke lokasi yang baru dimaksudkan agar tingkat kesejahteraan penduduk dapat ditingkatkan, dapat mengembangkan pembangunan wilayah, mengendalikan penurunan kualitas lingkungan, dan mengurangi masalah perkotaan, seperti mengurangi tingkat kepadatan penduduk.
Tujuan yang ingin dicapai adalah untuk memilih lokasi yang paling baik bagi penduduk yang terkena proyek PASPATI. Selain itu juga untuk mengetahui perubahan pola mata pencaharian penduduk yang terkena proyek PASPATI, apakah sama dengan pola mata pencaharian mereka di lokasi yang lama ataukah berubah, dimana perubahan akan menyebabkan perubahan pendapatan sehingga pendapatan mereka minimal harus sama dengan pendapatan yang mereka dapatkan di lokasi yang lama.
Analisis yang digunakan untuk aspek social dalam menghitung penyediaan fasilitas dan utilitas ini berdasarkan pada petunjuk perencanaan kawasan perumahan kota yang sesuai dengan jumlah penduduk pendukung dan juga disesuaikan dengan ketersediaan lahan yang ada, sehingga hasil yang dicapai adalah dengan ketersediaan lahan yang ada di desa Cisaranten Kulon dapat menampung penduduk yang terkena proyek PASPATI. Untuk aspek ekonomi digunakan analisis pendapatan bersih dan bunga berganda untuk melihat perubahan pendapatan. Sedangkan untuk melihat keterkaitan antara aspek social dan ekonomi menggunakan uji korelasi dan untuk menentukan pemilihan lokasi di Cisaranten Kulon menggunakan analisis proses hirarki (AHP). Hasil dari analisis ini yaitu Desa Cisaranten Kulon sebagai tempat relokasi yang sesuai bagi penduduk yang terkena proyek PASPATI.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2001).PEMILIHAN ALTERNATIF LOKASI PERMUKIMAN PENDUDUK YANG TERKENA PROYEK PASPATI DITINJAU DARI ASPEK SOSIAL DAN ASPEK EKONOMI ().Teknik Planologi:FTSP
Chicago Style
.PEMILIHAN ALTERNATIF LOKASI PERMUKIMAN PENDUDUK YANG TERKENA PROYEK PASPATI DITINJAU DARI ASPEK SOSIAL DAN ASPEK EKONOMI ().Teknik Planologi:FTSP,2001.Text
MLA Style
.PEMILIHAN ALTERNATIF LOKASI PERMUKIMAN PENDUDUK YANG TERKENA PROYEK PASPATI DITINJAU DARI ASPEK SOSIAL DAN ASPEK EKONOMI ().Teknik Planologi:FTSP,2001.Text
Turabian Style
.PEMILIHAN ALTERNATIF LOKASI PERMUKIMAN PENDUDUK YANG TERKENA PROYEK PASPATI DITINJAU DARI ASPEK SOSIAL DAN ASPEK EKONOMI ().Teknik Planologi:FTSP,2001.Text