// <![CDATA[STUDI TEORITIS PENGATURAN MANAJEMEN LALU LINTAS DI PERSIMPANGAN JALAN IR. H. JUANDA BANDUNG (Rangga Gading-Sulanjana-Surapati)]]> Sadar Yuni Rahardjo, Ir., MSP Dosen Pembimbing 1 Ir. Yanti Budiyantini Dosen Pembimbing 2 Pury Hermawati/2495057 Penulis
Perubahan bangkitan pergerakan yang disebabkan oleh perubahan guna lahan dari permukiman menjadi perdagangan dan jasa di beberapa wilayah di Kota Bandung telah menyebabkan kondisi lalu lintas menjadi tidak sesuai dengan yang diharapkan. Kawasan yang mengalami perubahan guna lahan itu disebut sebagai kawasan yang beraktivitas transisi. Kawasan perdagangan yang memiliki intensitas lebih tinggi dibandingkan dengan kawasan permukiman meuntut tersedianya ruang dan fasilitas-fasilitas yang lebih baik dan memadai sesuai dengan kebutuhan. Selain disebabkan oleh perubahan guna lahan, pejalan kaki kurang mendapat perhatian baik dari pihak pemerintah maupun swasta ataupun masyarakat itu sendiri. Selain itu pula pengaturan manajemen lalu lintas dirasakan masih menimbulkan kemacetan. Hal-hal diatas menyebabkan penulis mengadakan penelitian mengenai manajemen lalu lintas, yaitu dengan menitik beratkan kepada penguji optimalisasian terhadap kondisi eksisting agar dapat menghilangkan gangguan-gangguan yang terjadi di sekitar persimpangan yang nantinya dapat terhindarkan masalah kemacetan. Mengidentifikasikan aspek penyediaan-penyediaan (supply-deman) antara fasilitas-fasilitas yang tersedia pada saat ini sebagai aspek penyediaannya dan perubahan bangkitan perjalanan baik pejalan kaki maupun lalu lintas sebagai aspek permintaannya diharapkan dapat mencapai tujuan dari studi ini. Teknik pengumpulan data pada studi ini dilakukan secara primer dan sekunder. Pada survei primer penulis melakukan perhitungan secara langsung baik jumlah operasi lampu, panjang dan lebar jalan. Data sekunder diperoleh dari DLLAJ, buku-buku baik berupa buku teks maupun laporan skripsi dan tugas akhir terdahulu. Hasil-hasil yang diperoleh dari segi primer tersebut diolah berdasarkan teknik analisis menurut “Webster” dan “Salter” yang membuat hubungan antara waktu optimal, jumlah kendaraan yang berhenti, waktutotal yang hilang, waktu yang hilang untuk memberikan kesempatan penyeberangan jalan, kapasitas pergerakan dalam satu fase, waktu tunda, dan derajat kejenuhan sehingga dapat diperoleh V/C yang terjadi baik yang eksisting maupun yang sudah dioptimalkan. Kesimpaulan yang diperolah dari studi ini adalah V/C yang terjadi di lapangan 0,975 hal ini berarti harus segera diperbaiki, sehingga penulis mencoba untuk mebuat beberapa saran pada setiap persoalan yang terjadi, antara lain dengan pengaturan sirkulasi baru, penghilangan gangguan untuk angkutan umum yang berhenti di sekitar persimpangan membuat rambu baru, melarang keras bagi kendaraan yang parkir di pinggir jalan (on street), memberi arahan penyediaan bagi pejalan kaki sehingga dapat berfungsi sesuai dengan aspek penyediaan dan permintaan.