IDENTIFIKASI PEMINATAN WISATAWAN TERHADAP OBYEK WISATA PERKOTAAN SEBAGAI MASUKAN BAGI PENENTUAN JALUR WISATA KOTA BANDUNG
Saat ini kota-kota besar merupakan salah satu daerah tujuan wisata yang paling populer dan diminati. Kota-kota tersebut menjadi menarik bagi masyarakat dari kota lain atau daerah pedesaan karena fasilitas-fasilitas rekreasi dan hiburan serta kehidupan modern yang dilengkapi dengan fasilitas perbelanjaan yang tidak tersedia di kota tempat tinggal mereka. Pengembangan pariwisata perkotaan ini, salah satunya adalah melalui tur keliling kota. Daya tarik wisata yang ditawarkan pada wisatawan melalui tur keliling ini diantaranya adalah bangunan bersejarah, museum, galeri kesenian, hiburan, olahraga, acara khusus dan lansekap kota. Kota bandung sebagai wilayah studi, sebenarnya memiliki potensi terhadap pengambangan pariwisata perkotaan di Kota Bandung.
Berdasarkan fungsi dan letaknya Kota Bandung merupakan kota yang mempunyai potensi utuk dibuat suatu jalur wisata kota, mengingat banyak dan beragamnya obyek wisata yang ada da jumlah wisatawan yang dating bertambah setiap tahunnya, baik wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara, ettapi masih belum tersedia suatu jalur wisata kota dengan melewati obyek-obyek wisata yang diminati oleh wisatawan dalam rangka mengembangkan pariwisata perkotaan di Kota Bandung.
Bertolak dari permasalahan tersebut maka Tujuan dari studi ini adalah mengidentifikasi obyek-obyek wisata yang diminati oleh wisatawan sebagai masukan untuk penentuan jalur wisata di Kota Bandung dalam usaha untuk mengembangkan pariwisata perkotaan di Kota Bandung berdasarkan pada minat wisatawan yang dating.
Untuk mengetahui peminatan wisatawan terhadap kelompok obyek wisata maka dilakukan analisis dengan menggunakan metode Analisis Hierarki Proses (AHP).
Berdasarkan minat wisatawan, melalui pemilihan dan pembobotan berdasarkan kriteria atraksi wisata, fasilitas wisata serta aksesibilitas oleh wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara dengan metode Analisis Hierarki Proses (AHP) menunjukan hasil: Wisatawan mancanegara lebih memilih kelompokobyek wisata pusat kota, Padasuka, Kebon Kawung, Gasibu, Ganesha sedangkan wisatawan nusantara memilik kelompok obyek wisata Merdeka, Pusat Kota, Ganeshaa, Gasibu dan Dago/Ciumbuleuit.
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan serta tinjauan terhadap aksesibilitas, prasarana dan sarana transportasi, maka dapat disimpulkan bahwa jalur wisata kota berdasarkan minat wisatawan adalah sebagai berikut:
• Jalur wisata untuk wisatawan nusantara PUSAT KOTA MERDEKA GASIBU GANESHA DAGO/CIUMBULEUIT
• Jalur wisata untuk maancanegara adalah PUSAT KOTA KEBON KAWUNG GANESHA GASIBU PADA SUKA
Detail Information
Citation
APA Style
. (2001).IDENTIFIKASI PEMINATAN WISATAWAN TERHADAP OBYEK WISATA PERKOTAAN SEBAGAI MASUKAN BAGI PENENTUAN JALUR WISATA KOTA BANDUNG ().Teknik Planologi:FTSP
Chicago Style
.IDENTIFIKASI PEMINATAN WISATAWAN TERHADAP OBYEK WISATA PERKOTAAN SEBAGAI MASUKAN BAGI PENENTUAN JALUR WISATA KOTA BANDUNG ().Teknik Planologi:FTSP,2001.Text
MLA Style
.IDENTIFIKASI PEMINATAN WISATAWAN TERHADAP OBYEK WISATA PERKOTAAN SEBAGAI MASUKAN BAGI PENENTUAN JALUR WISATA KOTA BANDUNG ().Teknik Planologi:FTSP,2001.Text
Turabian Style
.IDENTIFIKASI PEMINATAN WISATAWAN TERHADAP OBYEK WISATA PERKOTAAN SEBAGAI MASUKAN BAGI PENENTUAN JALUR WISATA KOTA BANDUNG ().Teknik Planologi:FTSP,2001.Text