// <![CDATA[IDENTIFIKASI POLA PERJALANAN SEHARI-HARI YANG DILAKUKAN OLEH ANAK-ANAK DAN DEWASA BERDASARKAN ASAL PERJALANAN DI KOTA BANDUNG]]> Ir. Achadiat Dritasto, M.T Dosen Pembimbing 1 Ir. Yanti Budiyantini Dosen Pembimbing 2 Bela Pamela/2495037 Penulis Dine Firtianti/2495047 Penulis
Perkembangan Kota Bandung, telah berlangsung secara pesat. Hal ini dapat dilihat tumbuhnya pusat-pusat kegiatan baru, seperti kegiatan perdagangan dan jasa, kegiatan perkantoran, kegiatan pendidikan. Tumbuhnya kegiatan-kegiatan tersebut diatas dapat menyebabkan suatu kawasan menjadi padat, berintensitas tinggi, yang disebabkan karena adanya arus pola perjalanan sehari-hari yang dilakukan oleh orang yang menuju ketempat tersebut untuk melakukan aktivitasnya. Terjadinya pergerakan yang menuju kea rah pusat kota dapat disebabkan oleh adanya daya tarik kota yang menjadi pusat berbagai kegiatan. Salah satu daya tarik yang menyebabkan terjadinya pergerakan tersebut adalah sebaran fasilitas yang sebagian besar terkonsentrasi di pusat kota. Perjalanan sehari-hari yang dilakukan setiap orang memiliki maksud yang berbeda-beda anatranya untuk sekolah, berbelanja, dan bekerja. Pola perjalanan berdasarkan aktivitas tersebut dibedakan berdasarkan perjalanan orang dewasa dan perjalanan anak-anak. Pola perjalanan yang dilakukan oleh anak-anak dibedakan berdasarkan jenis kelamin, berdasarkan asal lokasi perjalanan yaitu pusat kota, transisi, dan pinggiran. Selain itu, perilaku perjalanan individu dipengaruhi juga oleh tingkat pendapatannya. Berdasarkan latar belakang tersebut yang menjadi permasalahan utama adalah bagaimana pola perjalanan yang dilakukan oleh anak-anak dan dewasa di pusat kota, transisi, dan pinggiran di Kota Bandung. Untuk menjawab permasalahan tersebut, maka tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasikan pola perjalanan yang dilakukan oleh anak-anak dan dewasa berdasarkan kegiatan sekolah, bekerja, dan belanja di pusat kota, transisi, dan pinggiran, sehingga dapat dilihat kegiatan yang menentukan pola perjalanan di Kota Bandung dan perbedaan pola perjalanan yang dilakukan oleh anak-anak dan dewasa. Tujuan tersebut dapat dicapai dengan menggunakan analisis proporsi, tabulasi silang terhadap setiap variabel hasil wawancara (penyebaran kuesioner) kepada para pelaku perjalanan. Variabel-variabel yang dilihat untuk mencapai tujuan tersebut adalah moda angkutan yang digunakan, jarak tempuh perjalanan, ongkos perjalanan, waktu tempuh dan lokasi tujuan perjalanan di pusat kota, transisi, dan pinggiran. Hasil yang diperoleh dari analisis yang dilakukan ternyata menunjukan bahwa pola perjalanan yang dilakukan oleh anak-anak dan dewasa memiliki perbedaan dalam hal jarak yang ditempuh oleh anak-anak dan dewasa belanja lebih dekat dibandingkan dengan dewasa bekerja, sehingga waktu tempunya lebih singkat, moda yang digunakan oleh anak-anak dan dewasa belanja dapat ditempuh dengan berjalan kaki, dan ongkos yang dikeluarkan lebih murah.