// <![CDATA[STUDI PENENTUAN PUSAT WILAYAH PENGEMBANGAN DAN IBUKOTA KABUPATEN CIANJUR SELATAN]]> Zulfadly Urufi, S.T. Dosen Pembimbing 2 Dani Gusram/2494057 Penulis Ir. Sadar Yuni Rahardjo, MSP Dosen Pembimbing 1
Untuk penyediaan sarana dun prasarana pelayanan, diperlukun suatu kebijaksanaan dalum mengembangkan dan menentukan lokasi pusat-pusat pelayanan yang bertujuan untuk memperoleh distribusi dsn alokasi pemanfaatan ruang yang seimbang antara pusat kota dan wilayah pinggirannya sehingga pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh daerah yang ada di Cianjur Selatan. Dalam menentukan lokasi pusat-pusat pelayanan ini didasarkan pada masalah pokok perkembangan kota-kota di Indonesia, dimana lokasi pusat pelayanan biasanya berimpitan dengan lokuai ibukota kabupaten, karena pada dasarnya berimpitan lokasi kedua pusat tersebut, akan semakin kuat pola kekuatan pusatnya serta didasari bahwa fungsi suatu ibukota kubupaten mencakup tiga unsur pokok yaitu pusat administrasi pemerintahan, pusat pelayanan masyarakat dan pusat pengembangan wilayah. Berdasarkan hal tersebut maka tujuan dari studi ini adalah untuk memberikun alternatif pemilihun ibu kota kubupaten serta alternatif pembagian wilayah pengembangan dan pusat-pusat wilayah pengembangan di Kubuputen Cianjur Selatan. Pendekatan yang dilakukan dalam studi ini adalah menganalisa hirarki kota-kota di Ciunjur Selatan. Anulisis tersebut, yakni : 1. Analisis hirarki kota berdasarkan julah penduduk, metode yang digunakan dalam analisis tersebut adalah metode rank size rule. 2. Analisis hirarki kota berdasarkan tingkat pelayanan fasilitas metode yang digunakan adalah metode presentase. 3. Analisis hirarki kota berdasarkan ketersediaan fasilitas, metode yang digunakan adalah metode skalogram. 4. Dari jetiga analisis tersebut selanjutnya ditentukan system kota-kota di Cianjur Selatan berdasarkan metode pembobotan dari hirarki kota-kota hasil ketiga analisis tersebut. 5. Dengan analisis P-Median serta berdasarkan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang berkaitan dengan studi ini maka dari konfigurasi kota-kota tersebut selanjutnya dapat ditentukan calon Pusat Wilayah Pengambangan di Kabupaten Cianjur Selatan beserta wilayah yang akan dilayani dipengaruhinya. 6. Ibukota kabupaten ditentukan dari pusat Wilayah Pengambangan melalui pendekatan dengan metode skoring, berdasarkan kriteria variabel penentu ibukota kabupaten yang sebelumnya telah dipilih/ditentukan, pusat Wilayah Pengambangan dengan total skor tertinggi merupakan calon ibukota kabupaten terpilih. Dengun langkah tersebut diharapkan dapat terbentuk calon pusat Wilayah Pengembangan dan wilayah pengaruhnya serta calon ibukota kabuputen sekaligus calon pusat Wilayah Pengembangan sehingga fungsi dari ibukotu kabuputen yang mencakup pusat pelayanan, pusat pengembangan dan pusat administrasi dapat terpenuhi.