// <![CDATA[PENGARUH INDUSTRI PENGILANGAN MINYAK PERTAMINA UNIT PENGOLAHAN VI BALONGAN TERHADAP PENGEMBANGAN INDUSTRI IKUTAN DI ZONA INDUSTRI TERBATAS BALONGAN]]> Ir. Reny Savitri., MT Dosen Pembimbing 1 Omat/2494051 Penulis
Industri Kilang Pertamina UP VI Balongan di Kaupaten Indramayu mempunyai peranan yang sangat vital dan strategis dalam memenuhi pengadaan/kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) untuk konsumsi wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta. Pembangunan Kilang Pertamina UP VI merupakan Upaya Pemerintah melalui pertamina dalam meningkatkan jumlah kapasitas kilang-kilang di dalam negeri, seiring dengan meningkatnya permintaan akan kebutuhan BBM untuk berbagai keperluan; Inudstri, transportasi dan kebutuhan rumah tangga. Untuk memenuhi pengadaan BBM tersebut, Kilang Pertamina UP VI memperoleh bahan bakunya dari minyak mentah Duri (70%), Minas (20%) dan dari lapangan Jatibarang (10%). Apabila berorientasi pada pasar jenis industri perminyakan ini mempunyai rantai produksi yang panjang, karena dari produk industri perminyakan ini dapat di proses lebih lanjut menjadi produk-produk baru. Pembangunan Kilang Pertamina UP VI di Kota Balongan menimbulkan efek pengganda yaitu menstimulir industri ikutannya yang menyebabkan terjadinya aglomerasi industri di zona industri terbatas Balongan. Tumbuhnya industri ikutannya ini dipengaruhi oleh hubungan bahan baku, berupa produk Kilang Pertamina UP VI sebagai proses produksi industri ikutannya. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui besarnya pengaruh pengganda industri Kilang Pertamina UP VI Balongan terhadap industri ikutannya (hilir) di zona industri terbatas Balongan yang ditunjukkan dengan jumlah tenaga kerjanya. Metode yang digunakan dalam studi ini menggunakan metode model pengganda tenaga kerja *the employment multiplier model). Metode ini dapat mencerminkan koefisien penggandanya yang ditunjukkan berdasarkan pertambahan rasio tenaga kerja non-basis (industri ikutannya). Adapun penggunaan metode pendekatan asumsi/arbitrer dari hasil wawancara dengan pihak perusahaan industri. Berdasarkan hasil studi yang teah dilakukan, peranan industri Kilang Pertamina UP VI, mempunyai potensi yang besar bagi terbukanya lapangan usaha baru dan kesempatan berusaha serta penyerapan tenaga kerja di sektor industri. Adanya potensi tersebut perlu disusun upaya-upaya bagi pengambangan kegiatan industri ikutan di zona industri terbatas Balongan oleh semua pihak yang terkait dan terlibat dalam pengembangan kegiatan industri ikutannya pada masa mendatang, khususnya pengembangan kegiatan industri di zona industri terbatas Balongan di dasarkan pada hubungan bahan baku (industrial linkages) yaitu berupa produk industri perminyakan/petrokimia.