// <![CDATA[STUDI PENGEMBANGAN KAWASAN PEJALAN KAKI PADA KAWASAN KOMERSIAL (Kasus Studi :]]> Ir., I.F. Poernomosidhi, MSc., Ph.D Dosen Pembimbing 1 0419116601 - Ir. Yanti Budiyantini, M.Dev.Plg. Dosen Pembimbing 2 Hariawan Nugroho/2492030 Penulis
Meningkatnya perkembangan kegiatan sosial ekonomi perkotaan akan mengakibatkan peningkatan intensitas penggunaan lahan pada kawasan pusat kota. Meningkatnya intensitas penggunaan lahan akan mengakibatkan berbagai macam masalah perkotaan yang sangat kompleks antara lain kemacetan lalu lintas sebagai akibat tingginya mobilitas penduduk kota dan kurangnya fasilitas bagi pejalan kaki yang nantinya akan menyebabkan pernurunan kualitas lingkungan serta citra jsik kawasan . Persoalan perkotaan tersebut dialami juga oleh Kawasan Braga yang merupakan bagian dari kawasan pusat kota. Kawasan Braga pada awal perkembangannya mempunyai fungsi sebagai kawasan perdagangan dan cukup terkenal pada saat itu jaman penjajahan. Braga pada awaln adalah kawasan perdsgangan dan memang bukan merupakan kawasan pariwisata tetapi dengan kemajuan jaman yang pesat dirnana Indonesia bukan lagi negara jajahan, kawasan yang pemah terkenal pada jaman penjajahan ini seakan-akan menjadi saksi bisu berbagai peristiwa. Bangunan-bangunan peninggalan jaman belanda itu merupakan bangunan tua yang mempunyai nilai kultur historis yang tinggi. Pesatnya perkembangan pada kawasan pusat kota ini dikhawatirkan akan menurunkan nilai historis, citra fisik kawasan dan kualitas lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan kawasan pejalan kaki dengan harapan dapat mengembalikan fungsi dan meningkatkan kualitas lingkungan serta citra fisik kawasan braga. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan survey primer dan sekunder. Pendekatan yang dilakukan pada studi ini analisis sistem pejalan kaki, sistem pergerakan lalu lintas dan analisis tata ruang, selain itu dilakukan pada analisis untuk memilih alternatif tipe pejalan kaki yang sekiranya tepat bagi kawasan Braga ini. Hasil studi ini menunjukkan bahwa jenis kawasan pejalan kaki yang sekiranya cocok untuk kawasan perdagangan dan pariwisata pada kawasan Braga ini adalah kawasan pejalan kaki Transit Mal1 atau kawasan pejalan kaki angkutan umum. Karena rute angkutan umum belum ada yang melintas pada Jalan Braga ini maka kendaraan pribadi boleh melintas, akan tetapi ada pemberlakuan pembatasan jumlah dan kecepatan kendaraan. Rekomendasi bagi pengembangan kawasan pejalan kaki dapat dengan usaha pemugaran lingkungan Jalan Braga dengan persiapan dan penelitian dan penataan desain yang tepat, niscaya kompleks perbelanjaan Braga ini dapat menjadi pusat promosi pariwisata di Kota Bandung seperti penataan kernbali interior dan ekterior pertokoan yang ada di sepanjang Jalan Braga, penambahan sarana-sarana pelengkap seperti taman, bangku-bangku bagi pejalan kaki yang ingin beristirahat,lampu-lampu penerangan dan lain-lain.