// <![CDATA[EVALUASI KEBUTUHAN ARMADA ANGKUTAN UMUM KOTA SUKABUMI]]> Akhmad Setiobudi, Ir, MT. Dosen Pembimbing 1 Andi Dharmawan/2492055 Penulis
Permasalahan tranportasi dan beberapa diantaranya sudah berada dalam tahap yang sangat kritis. Permasalahan yang terjadi bukan saja disebabkan oleh terbatasnya prasarana transportasi yang ada, tetapi sudah ditambah lagi dengan permasalahan lainnya. Urbanisasi yang sangat cepat, terbatasnya sumher daya, khususnya dana, kualitas dan kuantitas dalam yang berkaitan dengan transportasi, kualitas sumber daya manusia, tingkat disiplin yang rendah, dan lemahnya perencanaan dan kontrol memhual permasalahan transportasi menjadi sangat parah. Angkutan umum kota (angkot) merupakan sarana perangkutan kota yang di tujukan guna memberikan pelayanan bagi masyarakat banyak, pelayanan jasa angkutan ini harus mencerminkan suatu kenyamanan, keamanan, keterjangkauan (tarif), dan kemudahan pencapaian. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi kebutuhan armada angkutan umum kota (angkot) di Kota Sukabumi, pelayanan kebutuhan ini ditujukan pada dua kondisi, yakni pada Jam Sibuk (pagi) dan Jam Tidak Sibuk (siang). Jadi dalam setiap trayek angkutan umum ini akan diketahui apakah jumlah armada sudah mencukupi, kekurangan atau kelebihan armada angkot. Studi selanjutnya adalah menata kembali prasarana dan sarana sistem transportasi, khususnya prasarana jalan yang dilalui oleh rule angkutan umum kota. Metode analisis yang digunakan dalam evaluasi ini adalah Supply dan Demand akan kebutuhan angkutan umum kota yang meliputi : Perubahan Jumlah Penumpang (Pgz), Perhitungan Load Factor (LF %), Perhitungan Load Factor Break Even (LFBE), dan Perhitungan Armada Angkot yang dibutuhkan (KT). Analisis Kapasitas Ruas Jalan meliputi : Analisis VIC Ratio, dan Analisis Pola Jaringan Jalan yang berdasarkan teknik analisis pada Highway Capacity Manual1997. Kesimpulan dari studi ini adalah dengan melihat permasalahan kebutuhan akan angkutan umum kola yang meliputi 7 (tujuh) trayek angkot dan kenaikan volume lalu lintas ruas jalan yang di lalui oleh rute angkot, khususnya Ruas Jalan RE Martadinata diberikan solusi terdiri dari Konsep Manajemen Supply akan transportasi. Konsep yang diusulkan pada penanganan kebutuhan armada. angkot dan penanganan lalu lintas terdiri dari Manajemen Supply (penambahan prasarana dan sarana lransportasi), Manajemen Demand (proyeksi kebutuhan angkutan umum kota untuk masa 10 tahun yang akan datang, yang berbasis zona perencanaan transportasi dengan menggunakan Model Regresi Berganda). Konsep ini diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan lalu lintas terutama pada ruas jalan yang mempunyai kongesti kemacetan yang tinggi dan mengelahui jumlah armada angkutan umum kola (angkot) yang proporsional di Kota Sukabumi.