// <![CDATA[IDENTIFIKASI STRUKTUR PERMASALAHAN DALAM UPAYA OPTIMALISASI FUNGSI TERMINAL CIROYOM]]> 0419116601 - Ir. Yanti Budiyantini, M.Dev.Plg. Dosen Pembimbing 2 Ir. Reny Savitri., MT Dosen Pembimbing 1 Ivan Trianajaya/2495017 Penulis Rendra Subakti/2495022 Penulis Yayan Sofyan/2495024 Penulis
Terminal transportasi merupakan titik simpul dalam jaringan transportasi jalan yang berfungsi sebagai pelayanan umum. Dipandang dari sudut lain, terminal juga merupakan tempat pengendalian, pengawasan, pengaturan dan pengoperasian lalu lintas serta merupakan prasarana perangkutan yang merupakan bagian dari sistem transportasi untuk melancarkan arus penumpang dan barang. Sebagai suatu prasarana transportasi yang memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat umum, maka operasional terminal dituntut untuk dapat berlangsung secara optimal. Terminal Ciroyom merupakan salah satu terminal penumpang tipe B yang berada di_bagian barat Kota Bandung, yang berfungsi untuk melayani pergerakan di dalam kota dan antar kota dalam Propinsi. Sebagai suatu prasarana pelayanan umum, Terminal Ciroyom tidak terlepas dari peranan dan fungsi suatu terminal transportasi pada umumnya. Selama ini, operasional Terminal Ciroyom belum berfungsi secara optimal. Hal ini dapat dilihat dari kondisi terminal yang relatif sepi dari pergerakan orang, barang dan kendaraan. Selain itu, kondisi tidak optimalnya fungsi dari Terminal Ciroyom tergambar dari kondisi belum terkonsentrasinya kendaraan-kendaraan umum di dalam Terminal Ciroyom, sehingga pergerakan lalu lintas di wilayah Bandung Barat dan sekitarnya kurang berjalan dengan lancar dan teratur. Dampak dari tidak optimalnya fungsi Terminal Ciroyom bukan hanya menyebabkan berbagai permasalahan yang menyangkut kondisi pengaturan lalu lintas di terminal. Permasalahan yang terjadi pada operasional Terminal Ciroyom ternyata juga menimbulkan berbagai permasalahan bagi wilayah eksternalnya. Kondisi tersebut terlihat salah satunya dari kemacetan-kemacetan lalu lintas yang terjadi pada jaringan jalan di sekitar Terminal Ciroyom. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu dilakukan upaya identifikasi terhadap permasalahan yang selama ini telah menjadi penyebab ketidakoptimalan Terminal Ciroyom. Untuk mempertajam upaya identifikasi, maka identifikasi permasalahan yang terjadi di Terminal Ciroyom ini dilakukan berdasarkan tinjauan dari tiga aspek yaitu aspek fisik, sosial ekonomi, dan transportasi. Tinjauan ketiga aspek tersebut didasarkan juga atas kompleksnya faktor-faktor yang terlibat dalam permasalahan yang terjadi pada operasional Terminal Ciroyom. Permasalahan tersebut mengalami perkembangan dan diperburuk oleh adanya sikap saling menyalahkan antar pihak-pihak yang terlibat langsung dalam permasalahan. Akibat dari kondisi tersebut, permasalahan yang terjadi pada operasional Terminal Ciroyom menjadi tertutup oleh adanya kepentingan masing-masing pihak yang terlibat serta adanya beberapa permasalahan baru yang muncul. Selama ini, Pemerintah Daerah Kota Bandung Ielah melakukan beberapa kali upaya pemecahan masalah. Namun hampir seluruh upaya yang dilakukannya selalu menemui kegagalan. Sehingga melalui hasil identifikasi permasalahan dari ketiga aspek yang dilakukan pada studi ini, diharapkan dapat mengetahui duduk permasalahan yang sebenarnya terjadi di Terminal Ciroyom dan sekitarnya. Dan pada akhirnya dengan mengetahui duduk permasalahan yang sebenarnya, dapat dirumuskan suatu solusi pemecahan masalah yang tepat dan sesuai dengan kondsi yang ada. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat dua faktor penyebab ketidakoptimalan Terminal Ciroyom, faktor tersebut adalah factor internal dan faktor eksternal terminal. Faktor internal terminal mengarah kepada kondisi fisik dan pengaturan di dalam terminal yang kurang mempertimbangkan ketentuanketentuan yang menjadi standar pembangunan suatu terminal penumpang. Sedangkan faktor ekstemal terminal terkait erat dengan keberadaan PKL Ciroyom yang cenderung terkonsentrasi di sekitar Terminal Ciroyom. Secara langsung maupun tidak langsung keberadaan PKL Ciroyom sangat mempengaruhi operasional terminal. Pengentasan masalah di Terminal Ciroyom terutama yang berkaitan dengan masalah PKL bukan merupakan suatu masalah yang sederhana. Permasalahan internal terminal sebagian besar berkaitan dengan kelayakan dan pelaksanaan manajemen kegiatan terminal. Sedangkan permasalahan eksternal terminal terkait dengan berbagai unsur dan menjadi sorotan utama pada studi ini. Pada satu sisi, keberadaan kegiatan PKL di sekitar Terminal Ciroyom merupakan faktor eksternal yang selama ini telah mempengaruhi timbulnya berbagai permasalahan yang menyangkut operasional kegiatan Terminal Ciroyom. Sebagian besar permasa/ahan yang muncu/ dari adanya kegiatan PKL Ciroyom merupakan masa/ah-masalah yang menyangkut aspek jisik dan transportasi kawasan. Namun pada sisi lainnya, keberadaan kegiatan informal tersebut merupakan aset dan potensi kawasan. Hal ini tercermin dari tingginya tingkat transaksi penjualan yang berlangsung pada kegiatan perdagangan tersebut. Sejak sekian lama, Ciroyom memang telah dikenal sebagai kawasan perdagangan. Hal tersebut berpengaruh besar terhadap tingginyajumlah konsumen dari PKL Ciroyom. Selain itu, keberadaan Terminal Ciroyom ternyata ikut berperan dalam merangsang tumbuhnya konsumen. Keberadaan PKL Ciroyom terkait erat dengan kegiatan sosial ekonomi penduduk Ciroyom dan sekitarnya. Mempertimbangkan aspek sosia/ ekonomi, kegiatan PKL Ciroyom perlu dipertimbangkan peranan dan keberadaannya. Sedangkan dipandang dari aspek fisik dan transportasi, keberadaan PKL Ciroyom merupakan masalah terutama bagi Terminal Ciroyom. Terlepas dari semua itu, dipero/eh suatu pemikiran bahwa terjadi hubungan yang sangat erat antara terminal dan kegiatan perdagangan. Untuk menyikapinya, berbagai pihak per/u dilibatkan da/am upaya identifikasi yang dilakukan. Untuk mencapai optimalisasi fungsi dari Terminal Ciroyom, maka perlu di/aksanakan upaya penataan dan pengaturan terhadap kegiatan di terminal dan kegiatan /ainnya yang terdapat di sekitar terminal dengan didasarkan pada pertimbangan ketiga aspek tinjauan serta segala kemungkinan lain yang dapat timbul dari hasil pertimbangan atas adanya kebijakan pemerintah, persepsi pihak-pihak terkait dan berbagai teori.