// <![CDATA[PENGADAAN LAHAN UNTUK PENYEDIAAN RUANG PUBLIK DI TEPIAN SUNGAl MARTAPURA]]> Ir. Achadiat Dritasto, M.T. Dosen Pembimbing 1 Kunti Handayani/2496007 Penulis
Lahan merupakan salah satu komponen penting dalam pembangunan fisik suatu kawasan perkotaan namun ketersediaannya semakin berkurang dan terbatas akibat dari kegiatan pembangunan yang semakin meningkat dan meyebabkan penurunan kualitas kondisi fisik. Kegiatan pembangunan fisik tersebut terbentur pada permasalahan pemanfaatan dan pengendalian laban dimana penyediaannya terkesan hanya diprioritaskan untuk guna lahan komersial dan perumaban tanpa memperhitungkan kebutuhan lahan akan ruang publik sebagai ruang kehidupan, tempat bermain dan wadah kontak sosial sehingga kurang dipertautkan dengan tuntutan kebutuhan akan perumahan sehingga kebutuhan sosial dan kultural yang mengandung aspak kualitas lingkungan yang manusiawi (Eko Budibarjo, 1996). Oleh karena itu, maka tujuan penelitian yang dilakukan adalah bagaimana upaya pengadaan lahan untuk penyediaan ruang publik di tepian Sungai Martapura yang merupakan kawasan potensial yang dapat dikembangkan agar tidak tetjadi kecenderungan pembangunan fisik tanpa mempertimbangkan kebutuhan psikologis warganya. Tujuan tersebut akan dapat dicapai melalui langkah-langkah dengan sasaran untuk melakukan pengelolaan lahan baik secara hukum maupun teknis dalam hal pengadaannya, menentukan besarnya luas ruang publik yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan daya dukung kawasan, menentukan besarnya biaya pengembangan ruang publik dalam kawasan dan memberikan konsep penataan ruang melalui arahan penataan dan pengaturan pola pemanfaatan ruangnya. Tujuan dan sasaran tersebut dapat dicapai dengan menggunakan serangkaian alat analisis yang memperhitungkan sejauh mana kemampuan ruang setempat untuk dapat menyediakan ruang publik berdasarkan kaidah baku pembangunan, penanganan masalah konflik lahan dan fisik bangunan melalui penerapan konsep Zoning serta analisis frekuensi untuk menampung aspirasi warga terhadap kegiatan pembangunan tersebut sehingga pada akhirnya dapat diperkirakan seberapa besar biaya yang dibutuhkan untuk dapat merealisasikan kegiatan tersebut. Mengacu pada beberapa karakteristik kawasan yang dipertimbangkan dari parameter guna lahan, pola kepemilikan, kondisi fisik bangunan dan persepsi masyarakat setempat terhadap ruang publik, lebih lanjut dapat diketahui mekanisme pengadaan lahan yang aspiratif Adapun hasil utama penelitian ini menunjukan bahwa kawasan rencana memiliki daya dukung ruang yang tinggi sehingga sangat potensial untuk dikembangkan kegiatan-kegiatan pembangunan fisik namun hams tetap memperhatikan batasan-batasan fisik yang ada, penanganan fisik bangunan dalam kawasan dilakukan dengan adanya pembangunan baru atau sebagian sehingga dapat meningkatkan kualitas visual kawasan, pengadaan lahan dilakukan dengan mekanisme akuisisi dan konsolidasi lahan sesuai dengan tujuan pengembangan dan aspirasi masyarakat setempat agar dalam usaha penyediaan ruang publik dapat mengurangi konflik-konflik kepentingan yang timbul. Akan tetapi, dalam mewujudkan tujuan penelitian ini tidak lepas dari kendala-kendala teknis yang memerlukan partisipasi aktif seluruh pihak yang terlibat baik pemerintah, swasta dan masyarakat. Pemerintah hendaknya berupaya mensosialisasikan program penyediaan ruang publik kepada publik dan mengakomodasikan kebutuhan masyarakat secara adil, meskipun biaya pengadaannya tidak sedikit jumlahnya sehingga keterlibatan pihak swasta dan masyarakat untuk perencanaan dan pelaksanaan dapat terdistribusikan secara tepat dan menguntungkan semua pihak. Upaya tersebut sangat penting artinya karena diharapkan dapat meningkatkan kreativitas warga, kualitas fisik dan nilai ekonomis kawasan selanjutnya melalui pengelolaan yang terpadu dan aspiratif.