IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PERJALANAN ULANG-ALIK MAHASISWA BANDUNG-JATINANGOR
Perkembangan Kota Bandung yang pesat menyebabkan pemanfaatan lahan yang semakin kompetitif. Daya tampung Kota Bandung akan mengalami kejenuhan sehingga tidak akan mampu untuk dapat menampung berbagai kegiatan sesuai dengan fungsinya. Sejalan dengan hal tersebut, maka dalam sistem perkotaan Bandung Raya, Jatinangor ditetapkan sebagai kota pusat pertumbuhan dengan fungsi utama sebagai pusat pendidikan tinggi untuk mengurangi beban Kota Bandung. Hal tersebut menyebabkan peningkatan perjalanan ulang-alik antara
kedua kota tersebut.
Pada saat ini, pelayanan transportasi yang menghubungkan Kota Bandung dengan Jatinangor masih dikatakan kurang baik, ini dapat dilihat dari kepadatan lalu-lintas yang relatif tinggi, lamanya waktu perjalanan dan jarak tempuh yang dikatakan jauh oleh pelaku perjalanan, serta kondisi pelayanan angkutan umum yang buruk dan tidak sesuai dengan keinginan pelaku perjalanan yang mayoritas adalah mahasiswa.
Berdasarkan latar belakang diatas, maka diadakanlah suatu penelaahan terhadap sebab-sebab mahasiswa masih mau melakukan perjalanan ulang-alik, walaupun kondisi pelayanan transportasi masih buruk dan tidak sesuai dengan keinginan pelaku perjalanan.
Sasaran untuk mencapai hasil tersebut, dirumuskan sebagai berikut:
1. Memperlihatkan hubungan antara karakteristik sosial-ekonomi mahasiswa dengan persepsi mahasiswa terhadap factor.
2. Mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perjalanan ulang-alik mahasiswa.
3. Mencari faktor yang paling mempengaruhi mahasiswa untuk melakukan komuting.
Ada dua alat analisis yang digunakan untuk mencapai sasaran tersebut. Tabulasi silang digunakan untuk menguji keterkaitan antara karakteristik sosialekonomi, variabel dan faktor, sedangkan Analisis Proses Hirarki digunakan untuk menentukan faktor utama yang paling mempengaruhi mahasiswa dalam memutuskan untuk memilih tinggal di Bandung dan melakukan perjalanan ulang-alik.
Diketahui bahwa faktor yang paling mempengaruhi mahasiswa untuk melakukan perjalanan ulang-alik adalah faktor ikatan keluarga. lni dikarenakan persentase tertinggi dari mahasiswa yang melakukan komuting adalah mahasiswa yang tinggal di Bandung bersama orang tuanya. Hasil menunjukan, bahwa untuk membangun Jatinangor sebagai kota satelit yang ditetapkan sebagai kota pusat pertumbuhan akan sulit, karena Jatinangor tidak akan dapat menarik penduduk yang keluarganya tinggal di Bandung.
Upaya yang dapat dilakukan untuk memperkecil jumlah komuter, adalah memberi pilihan yang sama baiknya bagi mahasiswa untuk memilih menetap di Jatinangor maupun melakukan komuting, yaitu dengan membangun Jatinangor agar daya tarik Jatinangor semakin besar dan dapat bersaing dengan Kota Bandung, serta memperbaiki sistem pelayanan transportasi yang melayanai koridor Bandung-Jatinangor.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2001).IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PERJALANAN ULANG-ALIK MAHASISWA BANDUNG-JATINANGOR ().Teknik Planologi:FTSP
Chicago Style
.IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PERJALANAN ULANG-ALIK MAHASISWA BANDUNG-JATINANGOR ().Teknik Planologi:FTSP,2001.Text
MLA Style
.IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PERJALANAN ULANG-ALIK MAHASISWA BANDUNG-JATINANGOR ().Teknik Planologi:FTSP,2001.Text
Turabian Style
.IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PERJALANAN ULANG-ALIK MAHASISWA BANDUNG-JATINANGOR ().Teknik Planologi:FTSP,2001.Text