PENENTUAN RUTE PERJALANAN WISATAWAN DI PULAU NIAS
Akhir-akhir ini perkembangan sektor pariwisata semakin pesat dan mantap. Seiring dengan perkembangan tersebut, juga di warnai oleh berbagai permasalahan dalam proses pembangunan pariwisata yang tidak hanya di temukan di Indonesia, juga di seluruh dunia. Dengan adanya kecenderungan yang demikian perlu adanya peningkatan dan pembaharuan kembali sistem perencanaan dimana salah satunya secara intern dapat membangkitkan unsur-unsur daya tarik tersendiri bagi wisatawan sehingga mereka dapat menikmati seluruh lokasi objek wisata yang ada serta efektif dalam melakukan pola perjalanan.
Pulau Nias yang merupakan salah satu Daerah Tujuan Wisata (DTW) di Indonesia memiliki berbagai potensi wisata yaitu wisata alam, wisata budaya, wisata sejarah maupun wisata rekreasi yang masih membutuhkan berbagai masukan dalam perencanaan pariwisata. Salah satu yang menjadi permasalahan adalah para wisatawan yang berkunjung selalu bergantung ke ibukota kabupaten yaitu Gunungsi toli, akibat kurangnya prasarana dan sarana yang ada di setiap lokasi wisata. Sehingga pada umumnya para wisatawan tidak menikmati seluruh objek wisata yang terdapat di sana.
Tujuan dari studi ini adalah menentukan rute perjalanan bagi para wisatawan yang berkunjung ke Pulau Nias sehingga dapat memberikan informasi dan kenyamanan bagi wisatawan yang berkunjung serta masukan bagi pengembangan lokasi objek wisata. Metoda analisis yang digunakan adalah "Metoda Scoring" terhadap 9 faktor daya tarik ter,pilih yang dikategorikan dalam kualifikasi tinggi, sedang, dan rendah dalam bentuk table skallogram sehingga menghasilkan urutan prioritas perjalanan wisatawan berdasarkan peringkat daya tarik lokasi objek wisata yaitu:
1. Gunungsi toil
2. Teluk Dalam
3. Lolowau,Idano Gawo, Gido
4. Gomo, Sirombu, Mandrehe, Pulau-pulau Batu dan Alasa
Berdasarkan pertimbangan nilai jarak, waktu tempuh dan ongkos transportasi diperoleh basil analisis rute wisata terpendek di Nias bagian selatan adalah: GunungsitoliGidoIdanoGawoGomoTeluk Dalam. Sedangkan untuk Nias bagian barat dihasilkan rute wisata: GunungsitolidreheSirambu.
Kedua hasil analisis tersebut dikelompokkan dalam bentuk paket lama tinggal yaitu 1 hari, 3 bari dan 7 hari. Pemilihan paket dalam bentuk lama tinggal ini didasari oleh tingkat kemudahan pencapaian, kondisi fasilitas yang terdapat di setiap lokasi serta kemarnpuan pengeluaran dari wisatawan itu sendiri.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2001).PENENTUAN RUTE PERJALANAN WISATAWAN DI PULAU NIAS ().Teknik Planologi:FTSP
Chicago Style
.PENENTUAN RUTE PERJALANAN WISATAWAN DI PULAU NIAS ().Teknik Planologi:FTSP,2001.Text
MLA Style
.PENENTUAN RUTE PERJALANAN WISATAWAN DI PULAU NIAS ().Teknik Planologi:FTSP,2001.Text
Turabian Style
.PENENTUAN RUTE PERJALANAN WISATAWAN DI PULAU NIAS ().Teknik Planologi:FTSP,2001.Text