MUSEUM KAYU INDONESIA “STRUKTUR SEBAGAI ELEMEN ESTETIKA”
Indonesia terdiri dari beribu-ribu pulau dengan jumlah luas daratan 190,4 juta Ha. Lokasi kepulauan ini memberi pengaruh nyata terhadap keadaan iklim, flora, dan fauna. Sebagian besar
pulau-pulau tersebut terletak dalam satu jalur vulkanik yang umumnya sudah tidak aktif lagi dengan pulau utama Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Irian Jaya, serta dua kepulauan utama Maluku dan Nusa Tenggara. Sebagian besar wilayah Indonesia beriklim tropik basah dengan suhu, kelembaban, dan curah hujan yang tinggi dan memiliki Luas hutan yang berjumlah
sekitar 122,2 juta Ha atau 64,1% dari luas daratan.
Menurut perkiraan di Indonesia terdapat sekitar 4.000 jenis kayu. Perkiraan ini didasarkan kepada material herbarium yang sudah dikumpulkan oleh Balai Penelitian Hutan dari berbagai wilayah hutan di Indonesia yang jumlahnya sudah mendekati 4.000 jenis pohon dengan diameter
di atas 40 cm. Dari jumlah tersebut oleh Balai Penelitian Hasil Hutan sampai sekarang sudah berhasil dikumpulkan contoh kayu sebanyak 3.233 jenis yang terdiri dari 33.706 contoh autentik,
meliputi 106 famili dan 785 genus. Dari 3.233 jenis kayu tersebut diperkirakan 400 jenis diantaranya dapat dianggap penting untuk Indonesia, karena merupakan jenis yang sekarang sudah dimanfaatkan atau karena secara alami terdapat dalam jumlah besar dan karena itu mempunyai potensi untuk memegang peranan di masa yang akan datang. Dari 400 jenis kayu yang dianggap penting itu hanya sebagian saja yang sudah diketahui sifat dan kegunaannya, 259 jenis diantaranya sudah dikenal dalam perdagangan dan dapat dikelompokkan menjadi 120 jenis kayu perdagangan dan disortir kembali menjadi 94 jenis kayu menurut SNI tahun 1961 yang sesuai dengan standar dan kegunaannya.
Oleh karena itu harus ada suatu sarana publik yang dapat menaungi informasi mengenai segala jenis kayu dari hutan asli Indonesia. Agar data dan informasi menyangkut beragam jenis kayu dan hasil olahan kayu asli dari berbagai hutan di Indonesia dapat di lestarikan sebagai aset ilmu pengetahuan bagi masyarakat, seperti halnya sebuah gedung gallery untuk memarkan karya tetapi hanya yang bersifatnya untuk sementara. Maka dari itu diperlukan sebuah wadah berupa gedung museum yang memamerkan dan juga mennyimpan segala jenis hasil kekayaan alam Indonesia berupa kayu yang berasal dari hutan di seluruh Indonesia untuk waktu yang lama sebagai media edukasi, informasi dan juga sarana rekreasi bagi masyarakat Indonesia.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2017).MUSEUM KAYU INDONESIA “STRUKTUR SEBAGAI ELEMEN ESTETIKA” ().Arsitektur:FTSP
Chicago Style
.MUSEUM KAYU INDONESIA “STRUKTUR SEBAGAI ELEMEN ESTETIKA” ().Arsitektur:FTSP,2017.Text
MLA Style
.MUSEUM KAYU INDONESIA “STRUKTUR SEBAGAI ELEMEN ESTETIKA” ().Arsitektur:FTSP,2017.Text
Turabian Style
.MUSEUM KAYU INDONESIA “STRUKTUR SEBAGAI ELEMEN ESTETIKA” ().Arsitektur:FTSP,2017.Text