// <![CDATA[GELAR TARI TRADISIONAL SUMMARECON]]> 0411046402 - I Putu Widjaja Thomas Brunner, Ir, MM. Dosen Pembimbing 2 Erisa Weri Nydia, ST., M.Sc. Dosen Pembimbing 1 FAJAR SIDDIQ/21-2015-225 Penulis
Indonesia merupakan negara yang kaya akan seni dan budayanya. Sejak dahulu, setiap masing-masing daerah di Indonesia memiliki kesenian khas yang dapat menjadi sebuah identitas. Ada beberapa kesenian khas setiap daerah seperti tari, teater, drama musikal dan lain-lain. Dari sekian banyak kesenian yang ada di Indonesia, fasilitas penunjang seperti gedung pagelaran seni masih sedikit yang tersedia sehingga membuat para pelaku seni kurang mendapat dukungan. Ada beberapa kesenian khas di Indonesia terutama kota Bandung yang merupakan ibukota Jawa barat. Kota Bandung memiliki kesenian khas Sunda seperti tari jaipong, degung, rampak gendang, angklung dan lainnya. Pada saat ini, kesenian asli Indonesia mulai banyak dilupakan masyarakat karena banyaknya budaya asing yang masuk sehingga mempengaruhi generasi-generasi muda. Dalam mengadakan kegiatan pementasan kesenian tari tersebut, banyak faktor yang harus terpenuhi terutama gedung pagelaran seni yang baik dan nyaman. Gedung pagelaran seni itu sendiri berfungsi untuk menampilkan kegiatan-kegiatan kesenian diatas panggung dan memiliki tribun untuk para penonton. Dalam perancangan gedung pagelaran seni ini, material daur ulang akan digunakan sebagai finishing dinding. Penggunaan material daur ulang bertujuan untuk mengurangi sampah dan menghemat biaya. Metoda yang digunakan dalam merancang dan mendesain bangunan pagelaran seni adalah metoda observasi dan wawancara. Dari proses merancang dan mendesain bangunan pagelaran seni ini akan didapatkan hasil berupa desain bangunan pagelaran seni yang menggunakan material daur ulang.