// <![CDATA[GEDUNG APRESIASI SENI RUANG SENI PATUNG JAKARTA]]> 0411046402 - I Putu Widjaja Thomas Brunner, Ir, MM. Dosen Pembimbing 2 Muhammad Azmi Azzami/21-2013-197 Penulis Irfan S. Hasim., S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1
Kota Jakarta merupakan salah satu kota industri kreatif dan memiliki seniman-seniman lokal. Gedung apresiasi seni yang dirancang ini dapat dijadikan sebagai suatu wadah kreatifitas untuk mempublikasikan karya-karya secara layak sehingga pesan yang terkandung akan tersampaikan dengan jelas kepada pengunjung. Akan tetapi kurangnya minat masyarakat untuk datang ke gedung apresiasi seni masih menjadi kendala. Dengan dirancangnya gedung apresiasi seni dengan konsep kontemporer yang inovatif seperti pengolahan secara artistik pada bentuk dan material yang digunakan diharapkan dapat menumbuhkan kembali minat masyarakat untuk datang ke gedung apresiasi seni. Ruang Seni Patug Jakarta harus mencirikan tipologi bangunan apresiasi seni, merancang desain sirkulasi yang nyaman dan tidak terputus dalam bangunan dan luar bangunan bagi pejalan kaki dan kendaraan bermotor, dan menganalisa kondisi tapak sehingga diketahui potensi dan kendala yang dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam mendesain gedung apresiasi seni yang baik. Metode pendekatan dengan konsep Arsitketur Kontemporer yang di implementasikan pada pengolahan fasad. Penggunaan ACP (Aluminium Composite Panel) pada fasad bangunan dijadikan salah satu upaya untuk mendekati konsep arsitektur kontemporer itu sendiri, karena sebelum ditemukannya ACP bangunan-bangunan menggunakan keramik sebagai penutup fasad bangunan yang memiliki beban lebih tinggi, biaya perawatan mahal, dan kerusakan yang disebabkan cukup besar.