// <![CDATA[GEDUNG PAGELARAN SENI MUSIK KERONCONG BETAWI]]> Ir. Dwi Kustianingrum, M.T. Dosen Pembimbing 1 Eka Virdianti, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2 Mohammad Zaidul Fanani/21-2013-195 Penulis
Seni pada mulanya adalah proses dari manusia. Seni juga dapat diartikan dengan sesuatu yang diciptakan manusia yang mengandung unsur keindahan. Salah satu bentuk seni yang paling dikenal adalah seni musik yaitu sebuah bentuk seni yang merupakan bentuk ekspresi yang dituangkan kedalam bentuk suara. Banyaknya komunitas–komunitas pecinta seni musik modern maupun tradisional di Jakarta membuat kurangnya lokasi atau tempat untuk mewadahi komunitas–komunitas musik keroncong Betawi di Jakarta. Arsitektur dan kebudayaan sangat erat kaitannya dengan desain bangunan sehingga Filosofi Budaya Sebagai Pendekatan Desain merupakan tema yang diambil untuk bangunan gedung pagelaran seni musik keroncong Betawi, yang bertujuan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat awam yang ingin mengenal lebih dekat budaya Betawi dan untuk mewadahi komunit –komunitas pecinta musik keroncong Betawi, guna menghidupkan kembali seni musik keroncong Betawi dan arsitektur budaya Betawi. Bangunan pagelaran seni musik keroncong Betawi dengan tema filosofi budaya sebagai pendekatan desain memanfaatkan filosofi budaya yang terkait dengan unsur pokoknya yaitu kaki, badan, kepala, hierarki ruang, dan di tambah dengan ornamen bunga melati dan ornamen langkang sebagai elemen estetika bangunan membuat ketertarikan sendiri kepada masyarakat untuk lebih ingin mempelajari kebudayaan Betawi..