// <![CDATA[TRANSFORMASI BENTUK 2D & 3D SEBAGAI PEMBENTUK RUANG PADA GEDUNG APRESIASI PERMAINAN TRADISIONAL SUNDA]]> Eggi Septianto, S.T, M.T. Dosen Pembimbing 2 Novia Iqrar Gandhita / 21-2012-187 Penulis 8850930016 - Ir. Ucu Makmur.K, MM.Pd. Dosen Pembimbing 1
Permainan tradisional sunda merupakan permainan yang dimainkan oleh anak- anak suku sunda jaman dulu. Cara penyebaran permainan tradisional berupa lisan dan pewarisan turuntemurun sehingga tidak tidak diketahui secara pasti siapa penciptanya dan dari mana asalnya. Terkadang permainan tradisional mengalami perubahan nama atau bentuk disetiap daerah, walaupun dasarnya sama. Permainan tradisional yang ada selalu membawa alam pikiran anak ke hal- hal yang bisa membuat anak lebih disiplin, kreatif, dan mengembangkan inovasi. Seiring dengan berkembangnya teknologi, permainan tradisional menjadi kurang diminati, karena anak- anak pada jaman modern lebih tertarik pada permainan lewat media elektronik. Untuk menjaga permainan tradisional tetap lestari diperlukan wadah untuk memfasilitasi kegiatan permainan tradisional sebagai sarana hiburan, edukasi, dan kebudayaan sebagai bentuk apresiasi terhadap warisan budaya yang hampir punah. Oleh karena itu, dibutuhkan gedung apresiasi permainan tradisional sunda dengan tema transformasi bentuk 2D & 3D sebagai elemen pembentuk ruang, dimana mengambil bentuk dasar layang- layang sebagai ciri khas permainan tradisional. Bangunan menonjolkan elemen estetika pada eksterior an interior, namun tetap mempertimbangkan aspek kekokohan dan fungsional