MUSEUM AVESNESIA “Museum Burung Endemik Indonesia” Tema : Metafora Burung Sebagai Elemen Pembentuk Fasade
Pengembangan Konsep Museum Burung Endemik Indonesia di Jakarta merupakan suatu gagasan untuk merancang pembangunan sebuah gedung museum sebagai pusat keilmuan (edukasi) , Rekreasi , dan sejarah perkembangan burung di seluruh dunia dengan memanfaatkan objek peninggalan cagar budaya serta satwa seluruh Indonesia. Kerangka metodologi penelitian ini dilakukan dengan perspektif Post-Modernism atau dalam epistemologi sebagai postprocessual Moseum. Model pengumpulan data penelitian secara kualitatif dilakukan melalui studi literatur, dan observasi museum sehingga dapat mencapai tujuan menemukan pola hubungan yang bersifat interaktif antara korelasi data setiap ruang satu dengan ruang lainnya, dengan penggambaran hasil rekonstruksi koleksi guna memberikan pemahaman edukasi pengunjung museum dan makna keterkaitan dari objek peninggalan satwa tersebut dengan penyajiannya di museum.
Kata kunci : Museologi, Post-processual Museum, museum edukasi, Pelestarian cagar budaya dan Satwa.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2017).MUSEUM AVESNESIA “Museum Burung Endemik Indonesia” Tema : Metafora Burung Sebagai Elemen Pembentuk Fasade ().Arsitektur:FTSP
Chicago Style
.MUSEUM AVESNESIA “Museum Burung Endemik Indonesia” Tema : Metafora Burung Sebagai Elemen Pembentuk Fasade ().Arsitektur:FTSP,2017.Text
MLA Style
.MUSEUM AVESNESIA “Museum Burung Endemik Indonesia” Tema : Metafora Burung Sebagai Elemen Pembentuk Fasade ().Arsitektur:FTSP,2017.Text
Turabian Style
.MUSEUM AVESNESIA “Museum Burung Endemik Indonesia” Tema : Metafora Burung Sebagai Elemen Pembentuk Fasade ().Arsitektur:FTSP,2017.Text