GEDUNG APRESIASI SENI INSTALASI
Masyarakat di kota Jakarta masih menganggap galeri seni hanyalah sebuah tempat yang memajang berbagai karya seni yang kaku dan membosankan, sehingga galeri seni menjadi pilihan terakhir dari tempat rekreasi untuk dikunjungi dibandingkan dengan mal, toko, atau bioskop. Galeri dianggap sebagai tempat yang kaku dan membosankan, juga sebagai tempat penyajian benda dekoratif yang hanya bisa dilihat oleh mata. Padahal semakin berkembangnya dunia seni, terutama seni kontemporer, banyak karya seni yang menarik, menghibur, dan dapat berinteraksi dengan pengunjung galeri, contohnya adalah seni instalasi. Oleh karena itu, dibutuhkan Gedung Apresiasi Seni Instalasi yang representatif dan dapat menampung segala kegiatan/kebutuhan didalamnya. Seiring berjalannya seni kontemporer, arsitektur kontemporer terus berkembang dengan situasi masyarakat yang jenuh dengan keseragaman. Bentuk massa bangunan di awasan Pantai Indah Kapuk 2 tidak menerapkan konsep keseragaman bentuk antar bangunannya. Dengan demikian, galeri seni yang akan dibangun dapat menerapkan konsep arsitektur kontemporer. Konsep arsitektur kontemporer yang diterapkan pada galeri seni ini adalah bangunan yang kokoh, gubahan yang ekspresif dan dinamis, konsep ruang terbuka, ruang luar yang harmoni dengan ruang dalam, fasad yang transparan, kenyamanan bagi seluruh pengunjung, dan eksplorasi elemen lansekap yang terstruktur.
Kata kunci: Galeri, Seni Instalasi, Kontemporer
Detail Information
Citation
APA Style
. (2017).GEDUNG APRESIASI SENI INSTALASI ().Arsitektur:FTSP
Chicago Style
.GEDUNG APRESIASI SENI INSTALASI ().Arsitektur:FTSP,2017.Text
MLA Style
.GEDUNG APRESIASI SENI INSTALASI ().Arsitektur:FTSP,2017.Text
Turabian Style
.GEDUNG APRESIASI SENI INSTALASI ().Arsitektur:FTSP,2017.Text