// <![CDATA[REDESAIN TERMINAL BUS TERPADU LEUWIPANJANG Tema :]]> Ir. Shirley Wahadamaputera, MT. Dosen Pembimbing 2 Ir. Meta Riany, M.T Dosen Pembimbing 1 Razan Rayhan / 21 2014 082 Penulis
Kemacetan yang ada di Kota Bandung di sebabkan banyaknya pengguna kendaraan pribadi mengakibatkan pengguna kendaraan umum setiap tahunnya terus menurun. Faktor lain dari pengguna kendaraan umum setiap tahunnya terus menurun adalah bangunan transportasi publik yang kurang baik dalam desain sirkulasi dan fasilitas yang tidak memadai. Keberadaan terminal Leuwipanjang adalah satu dari dua terminal besar transportasi darat yang adalah utama di Bandung, saat ini menimbulkan kemacetan di sekitar lingkungan terminal, kesulitan akses perpindahan moda transportasi, fasilitas publik yang kurang memadai perlu mendapatkan perhatian. Adanya sarana terminal yang menarik dan dapat menampilkan ciri khas daerahnya menjadi suatu kebutuhan di tempat ini . Tema penerapan transformasi bentuk atap sunda terhadap massa bangunan diterapkan dengan cara melakukan transformasi bentuk atap menjadi bentuk yang modern dan fungsional. Bentuk atap Sunda yang diambil adalah atap Julang Ngapak. Struktur atap dan penutup menggunakan teknologi masa kini yaitu sistem struktur atap flat truss dan material penutup atap bitumen. Hal tersebut diharapkan dapat menjdi unsur ciri khas arsitektur lokal sunda sebagai sesuatu yang ikonik untuk daerah Jawa Barat maupun ciri khas lokal yang mulai memudar dan tidak tertinggal oleh zaman. Selain ciri khas lokal yang ikonik diharapkan dapat memenuhi kebutuhan terhadap ruang dan fungsi.