// <![CDATA[REDESAIN TERMINAL LEUWIPANJANG DENGAN SRATEGI DESAIN PASIF PADA SELUBUNG BANGUNAN Tema :]]> Ir. Tecky Hendrarto, MM Dosen Pembimbing 1 Ir. Tecky Hendrarto, M.M Penulis Dian Duhita, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2 Devi Sulastri / 21-2014-105 Penulis
Terminal bus Leuwipanjang merupakan salah satu terminal bus besar di Kota Bandung, terminal bus ini berada di Jl. Soekarno Hatta No. 205 Situsaeur Bojongloa Kidul, Bandung dan berada di kawasan sentra industri Cibaduyut serta pemukiman warga. Terminal ini melayani trayek dari Kampung Rambutan, Pulo Gebang, Lebak Bulus, Cililitan, Tanjung Priok, Kalideres, Pndeglang, Merak, Sukabumi, Bogor, Depok, Cibinong, Cileungsi, Leuwiliang, Bekasi, Cikarang. Jika ditinjau dari aktivitas penggunan terminal, perlu adanya kenyamanan yang menunjang kegiatan pengguna terminal melalui proses kenyamanan thermal. Kenyamanan thermal merupakan suatu kondisi dari pikiran manusia yang menunjukkan kepuasan dengan lingkungna thermal (nugroho,2011). Menurut karyono (2011), kenymanan dalam kaitannya dengan bangunan dapat didefinisikan sebagai suatu keadaan dimana dapat memberikan perasaan nyaman dan menyenangkan bagi penghuninya. Kenyamanan thermal merupakan suatu keadaan yang berhubungan dengan alam yang dapat mempengaruhi manusia dan dapat dikendalikan oleh arsitektur (snyder, 1989). Sementara itu, menurut Mclntyre (1980), manusia dikatakan nyaman secara thermal ketika ia tidak merasa perlu untuk meningkatkan atau menurunkan suhu dalam ruangan. Olgyay (1963) mendefinisikan zona kenyamanan sebagai suatu zona dimana manusia dapat mereduksi tenaga yang harus dikeluarkan dari tubuh dan mengadaptasikan dirinya terhadap lingkngan sekitar. Kenyamanan thermal diaplikasikan pada selubung bangunan terminal melalui optimalisasi penghawaan alami, yaitu fasad bangunan. Kenyamanan thermal juga diaplikasikan pada konsep orientasi bangunan, penggunaan material, dan konsep open plan pada ruang dalam bangunan.