// <![CDATA[TERMINAL BUS TERPADU LEUWIPANJANG Tema :]]> Ir.Shirley Wahadamaputera., MT Dosen Pembimbing 2 Ir. Meta Riany .MT Dosen Pembimbing 1 Ilmaddini Restiningsih / 21-2014-149 Penulis
Meningkatnya jumlah penduduk Kota Bandung dan jumlah wisatawan yang mengunjungi Bandung, menjadi alasan adanya kebutuhan akan terminal bus sebagai tempat bergantinya moda transportasi. Permasalahan yang terjadi dalam terminal seperti fasilitas yang kurang memadai, kesan kumuh dan tingginya kriminalitas yang ada diterminal, menjadikan masyarakat enggan untuk mendatangi terminal untuk menaiki transportasi umum. Tema Arsitektur Organik diangkat menjadi pemecahan permasalahan desain Terminal Leuwipanjang. Arsitektur Organic adalah perancangan arsitektur yang diaplikasikan sebagian atau keseluruhan pada bangunan yang konsepnya berakar pada bentuk prinsip-prinsip alam. Dua dari sembilan prinsip arsitektur organik dipakai untuk perancangan terminal yaitu building as nature dan continuous present. Building as nature, diaplikasikan pada desain terminal melalui desain penghawaan alami dan pencahayaan alami sebagai penghematan energi dan memanfaatkan klimatologi lingkungan sekitar. Continuous Present diaplikasikan pada desain bangunan terminal dengan prinsip bangunan yang berkelanjutan sehingga dihasilkan desain yang menyatu dengan lingkungan sekitar. Kata kunci: Kota Bandung, Permasalahan, Arsitektur Organik, Builiding as nature, Continuous Present.