// <![CDATA[TERMINAL TERPADU DAN PASAR MODERN CICAHEUM BANDUNG Tema:]]> 0411026703 - Utami, Ir, MT Dosen Pembimbing 2 0430067401 - Erwin Yuniar Rahadian, Ir., MT. Dosen Pembimbing 1 0424107502 - Riantiza Avesta , S.T., M.Sc. Dosen Pembimbing 3 Fera Ermawati / 21-2014-167 Dosen Pembimbing 1
Berada dalam kondisi padat dan mobilitas yang selalu dituntut cepat di satu sisi membuat masyarakat menjadi lebih toleran dan dinamis, namun di sisi lain kondisi ini meningkatkan stess, kejenuhan dan kecemasan masyarakat (Sawitri, 2016). Pada dasarnya naluri manusia memliki kecintaan/afiliasi lebih terhadap segala sesuatu yang alami, natural yang biasa disebut kecintaan terhadap alam (biophilia) (Edward, 1984). Biophilia sendiri merupakan pendorong kuat bagi manusia untuk selalu melakukan kontak dengan alam dalam proses rekreasi, menghilangkan stress dan kejenuhan. Namun, keterbatasan ruang dan waktu masyarakat saat ini, membuat mereka sulit untuk mendatangi taman-taman kota atau lingkungan alami di sekitarnya. Biophilic desain adalah sebuah konsep bangunan yang mampu menyelaraskan kepentingan alam dan manusia (Kellert, 2005). Tujuan penerapan Desain Biophilik ke dalam sebuah bangunan yaitu untuk menciptakan sebuah bangunan yang mampu menghadirkan ruang-ruang restoratif bagi fisik manusia, menyehatkan sistem syaraf, dan meningkatkan kesejahteraan (well-being). Adapun tujuan ‘membawakan alam’ ke dalam bangunan terminal adalah untuk mengakali waktu-waktu sempit seperti saat menunggu keberangkatan, atau saat kedatangan pengguna agar tetap bisa mendatangi ruang terbuka dan memiliki ruang sosial yang humanis sehigga berdampak pada mental healing dan well-being. Kata kunci: Terminal, Biophilic, Kejenuhan, Mental healing dan well-being.