PUSAT PERAGAAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI DI BANDUNG
Ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) tidak dapat dipisahkan dari kehidupan dan perkembangan peradaban manusia. Terlepas dari segi positif dan negatif yang dimilikinya hasil pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada awalnya ditujukan untuk kesejahteraan manusia. Dengan akalnya manusia mampu memadukan berbagai bidang keilmuan sehingga melahirkan cabang-cabang ilmu pengetahuan baru. Sejalan dengan itu maka berkembang pula bentuk-bentuk teknologi mutakhir karena pada dasarnya teknologi tersebut merupakan penerapan dari berbagai ilmu pengetahuan atau sains.
Science and Technology Centre atau di Indonesia disebut dengan Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PUSPA IPTEK) adalah suatu sarana yang dapat membantu memperjelas
suatu teori atau konsep yang abstrak tentang fenomena Iptek, dengan penekanan pada sifat edukatif-rekreatif, sehingga iptek dapat dipahami dengan mudah sebagai sesuatu yang sesungguhnya sangat menarik. Berbeda dengan konsep dasar museum Iptek, pendekatan pengaturan tata letak peragaan atau alat peraganya dibuat sehingga dapat menjelaskan hubungan waktu pembuatan suatu
sistem atau pencapaian kemajuan teknologi satu dengan yang lainnya agar tampak urut.
Konsep dasar peragaan di PUSPA IPTEK lebih menekankan pada usaha memperjelas suatu gejala alam atau fenomena iptek yang penjelasan teorinya sulit dipahami karena terlalu abstrak, menjadi hal yang mudah dimengerti. Hal ini menyebabkan alat peraga di PUSPA IPTEK harus dapat disentuh dan dimainkan. Pengaturan tata letak kelompok alat peraga juga harus mengikuti perkembangan teknologi masa depan. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin pesat sehingga kualitas sumber daya manusia juga perlu diselaraskan dengan perkembangan yang terjadi. Masyarakat Indonesia menghadapi tuntutan untuk dapat dengan aktif mengikuti perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi karena ketergantungan kita akan pengetahuan dan teknologi negara maju harus dikurangi dan pembangunan IPTEK harus ditingkatkan.
Dengan kondisi masyarakat Indonesia sebagai negara berkembang yang terdiri dari berbagai lapisan sosial-ekonomi dan jenjang pendidikan, kenyataan yang kita hadapi adalah masih minimnya akses bagi masyarakat dalam meningkatkan apresiasi dan pengertian mereka tentang IPTEK. Usaha ini harus dimulai dengan membina manusia baru yang berpotensi dan memberdayakan manusia dalam usia produktif
yang telah ada. Cara untuk menumbuhkan dan mengembangkan budaya IPTEK kepada masyarakat antara lain dapat dilakukan melalui peningkatan sistem pendidikan dan juga sarana yang
mendukung sistem pendidikan tersebut seperti sarana penyajian informasi IPTEK yang menarik dan mudah dicerna oleh semua lapisan.
Salah satu latar belakang dibuatnya Pusat Peragaan ini adalah untuk menanamkan dasar pemikiran kepada generas muda dan masyarakat Indonesia bahwa ilmu pengetahuan itu dapat menjadi menarik dengan adanya peragaan yang jelas dan atraktif, bukan hanya teori-teori yang terkesan rumit seperti yang diberikan di sekolah. Sehingga dapat memicu kreatifitas dan pola pikir anak untuk lebih kritis. Dengan demikian, lebih jauh lagi bisa meningkatkan kualitas budaya pemikiran Sumber Daya Manusia.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2002).PUSAT PERAGAAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI DI BANDUNG ().Arsitektur:FAD
Chicago Style
.PUSAT PERAGAAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI DI BANDUNG ().Arsitektur:FAD,2002.Text
MLA Style
.PUSAT PERAGAAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI DI BANDUNG ().Arsitektur:FAD,2002.Text
Turabian Style
.PUSAT PERAGAAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI DI BANDUNG ().Arsitektur:FAD,2002.Text