// <![CDATA[REINTERPRETASI ARSITEKTUR SUNDA PADA STASIUN BANDUNG Tema:]]> 0411046402 - I Putu Widjaja Thomas Brunner, Ir, MM. Dosen Pembimbing 2 0405017003 - Ardhiana Muhsin ST.,MT. Dosen Pembimbing 1 Masayu Mutia Alifa / 21.2014.257 Penulis
Salah satu alat transportasi darat antar kota yang diminati oleh seluruh lapisan masyarakat adalah kereta api. Perkembangan transportasi dipengaruhi oleh pertambahan penduduk. Semakin bertambahnya jumlah penduduk, semakin meningkat pula kebutuhan transportasinya. Keberadaan stasiun merupakan bagian terpenting sebagai terminal pemberangkatan dan menurunkan penumpang, serta dalam proses interaksi dan aktivitas bagi pengguna transportasi kereta api yang menunggu jadwal keberangkatannya. Stasiun Bandung sebagai gerbang Kota Bandung menjadi salah satu stasiun yang melayani banyak keberangkatan dan kedatangan kereta api. Stasiun Bandung juga merupakan gerbang bagi para wisatawan domestik maupun wisatawan domestik yang akan menuju ke Kota Bandung menggunakan moda transportasi kereta api. Dimana arsitektur vernakuler yang berada di Kota Bandung adalah arsitektur tradisional sunda. Sehingga dipilihlah judul “Reinterpretasi Arsitektur Tradisional Sunda pada Stasiun Bandung” merupakan sebuah proyek perancangan Stasiun Bandung dengan menginterpretasikan ulang nilai-nilai yang terdapat pada arsitektur tradisional sunda pada perancangan. Sehingga dapat menghasilkan bentuk yang baru tanpa melupakan nilai-nilai budaya yang ada dan disesuaikan dengan fungsi bangunan. Maka nilai-nilai arsitektur tradisional sunda (bentuk dan program ruang) akan diaplikasikan namun dengan tetap memperhatikan lingkungan sekitar dan desain pun disesuaikan dengan fungsi dan teknologi zaman sekarang dan tetap memperhatikan existing sekitar dan juga jenis bangunan pada pintu selatan yang merupakan bangunan konservasi kelas A. Sehingga reinterpretasi dapat berkolerasi dengan tema yang telah dipilih.