// <![CDATA[Penerapan Konsep Regularity pada Terminal Bus Terpadu Leuwi Panjang Bandung Tema:]]> 0411046402 - I Putu Widjaja Thomas Brunner, Ir, MM. Dosen Pembimbing 1 0405017003 - Ardhiana Muhsin ST.,MT. Dosen Pembimbing 2 Roy Indrajati / 21.2010.024 Penulis
Moda transportasi pada zaman sekarang bukanlah hal yang baru, karena hampir tiap hari masyarakat menggunakannya. Moda transportasi merupakan alat/teknik/cara untuk melawan jarak/mempersingkat jarak yang dipergunakan oleh manusia dalam menjalankan segala macam dan bentuk aktivitas kehidupannya. Transportasi memegang dalam kehidupan manusia, timbul tuntutan untuk menyediakan sarana dan prasarana transportasi agar pergerakan mereka dapat berlangsung secara aman, nyaman, teratur, dan lancar serta ekonomis dari segi waktu maupun biaya. Dalam pencapaian pembangunan nasional peranan transportasi memiliki posisi yang penting dan strategi dalam pembangunan, maka perencanaan dan pengembangannya perlu ditata dalam satu kesatuan sistem yang terpadu. Untuk terlaksananya keterpaduan intra dan antar moda yang lancar dan tertib maka ditempat-tempat tertentu perlu dibangun dan diselenggarakan terminal terpadu. Kodisi saat ini yang ada di Kota Bandung, angkutan umum seperti Bis AKDP, Damri, TMB, Elf, Angkot dan Kendaraan Online sangat tidak beraturan dan tersebar pada beberapa titik lokasi. Perencanaan terminal terpadu yang mana dirancang memiliki koneksi dengan LRT sebagai penghubung di dalam pendesainannya, dengan menyediakan fasilitas terminal terpadu yang sehat bagi pengguna (user )serta meningkatkan kapasitas dan kualitas area terminal, yang diharapkan menjadi terlaksananya keterpaduan intra dan antar moda yang lancar dan tertib di Kota Bandung. Konsep sirkulasi penguhubung terminal terpadu ini adalah aksesibilitas secara aman, nyaman, teratur, dan lancar serta ekonomis dari segi waktu maupun biaya.